<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jejak Diri</title>
	<atom:link href="http://jejakdiri.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jejakdiri.com</link>
	<description>mengikuti air mengalir untuk menemukan samudra &#34;From Indonesia to the world&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 02:37:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pesona Sumatra Selatan Dari Kota Palembang ke Lubuk Linggau</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 18:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=1437</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu ketika tugas di Kota Lubuk Linggau selama hampir 3 tahun bekerja tapi tak pernah sekalipun melewati Kota Palembang, sebab selama ini jika waktu liburan kerja tiba penulis akan berjalan melewati curup menuju bandara udara terdekat yaitu &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 185px"><img class=" " title="Palembang" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c9/PALEMBANG.ku.jpg/250px-PALEMBANG.ku.jpg" alt="" width="175" height="263" /><p class="wp-caption-text">Palembang</p></div>
<p>Beberapa tahun yang lalu ketika tugas di Kota Lubuk Linggau selama hampir 3 tahun bekerja tapi tak pernah sekalipun melewati Kota Palembang, sebab selama ini jika waktu liburan kerja tiba penulis akan berjalan melewati curup menuju bandara udara terdekat yaitu Bandara Fatmawati Bengkulu. Karena penasaran dan memang merupakan keinginan yang sudah lama maka ketika waktu liburan habis di Kampung halaman saya merencanakan untuk travelling sendiri dari ibu kota Sumatera Selatan yang kita kenal dengan nama &#8220;Kota Palembang&#8221; ke Lubuk Linggau, dimana Palembang dan Lubuk Linggau merupakan dua kota yang berada dalam wilayah Sumatera Selatan. Perjalanan menuju Lubuk Linggau saat itu saya lakukan dengan menggunakan &#8220;Travel&#8221; sebutan angkutan umum antar daerah yang ada di daerah ini, biasanya mobil untuk perjalanan jauh menggunakan mobil Toyota Innova yang mempunyai cc diatas 2000, ada beberapa Travel yang melayani jasa ini, sebut saja yang penulis pakai jasanya adalah Ratu Intan Travel.</p>
<p><strong>Palembang</strong>. Jika kita mendengar kata Palembang maka serta merta pasti kita akan mengingat salah satu Kuliner favorit masyarakat indonesia yaitu Empek Empek, atau terkenal dengan nama Empek empek Palembang. Ya betul, Kuliner yang lezat itu memang berasal dari kota ini dan jika kita terbiasa memakan empek empek maka empek empek yang ada di Palembang akan menjadi semakin lezat rasanya. Namun jika kita menelusuri lebih dalam lagi hingga ke sudut sudut kota palembang ini, maka kita akan mendapati bahwa bukan saja Empek empeknya yang Lezat, tetapi objek wisatanya juga tak kalah lezat untuk dinikmati. Kota Palembang sebagai bumi Sriwijaya merupakan bukti jejak sejarah kegemilangan kerajaan nusantara didunia.<span id="more-1437"></span></p>
<p>Menurut kabar banyak didunia Maya ada beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi disepanjang Sumatera Selatan yaitu <strong>Danau Ranau</strong>, <strong>Gunung Dempo</strong>, <strong>Sungai Musi</strong>, <strong>Jembatan Ampera</strong>, <strong>Danau Ulak Lia</strong> dan <strong>Danau Segayam</strong>. Namun dalam reportase kali ini saya hanya akan menyajikan 2 kota dan 1 kabupaten saja, sesuai dengan jalur perjalanan penulis menuju lubuk linggau yaitu Kota Palembang, Kabupaten Lahat dan Kota Lubuk Linggau.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 637px"><img class="  " title="Palembang City Map" src="http://www.palembang.go.id/2007/images/petapalembang.jpg" alt="" width="627" height="442" /><p class="wp-caption-text">Palembang City Map (Sumber: palembang.go.id)</p></div>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Wisata dalam Kota Palembang</strong></span></p>
<p><img class="alignleft" title="Bandara Palembang" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b5/PesawatdiSMB2IA.jpg/250px-PesawatdiSMB2IA.jpg" alt="" width="250" height="166" /></p>
<p>Siang itu tiba di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Internasional_Sultan_Mahmud_Badaruddin_II">bandara</a> Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Kota Palembang, kemudian menelpon seorang sahabat yang merupakan warga asli sumatera selatan yang kebetulan berada diluar kota dan meminta saran tentang tempat penginapan di Kota Palembang untuk menginap sehari. Setelah mendapatkan informasi yang diinginkan maka penulis pun kemudian menyewa Taxi yang sudah banyak menunggu didepan Bandara. Dalam perjalanan menuju Penginapan, saya mengajak sopir Taxi tersebut untuk mengelilingi Kota Palembang di Siang hari, lumayan ramai, sopir taxi banyak bercerita tentang kondisi Kota Palembang yang dinamis. Dan yang pertama kami lewati adalah Masjid Agung Palembang yaitu <em><strong>Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I</strong></em> yang merupakan Masjid terbesar yang ada di Kota Palembang dengan kapasitas 15.000 jemaah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class="  " title="Masjid Agung" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/35/Masjidagungpalembang.jpg" alt="" width="576" height="380" /><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Palembang</p></div>
<p>Siang menjelang sore hari itu lumayan melelahkan karena perjalanan pesawat dari Makassar di Pagi hari kemudian transit di Jakarta lalu ke Palembang. Setelah puas mengitari Masjid Agung Palembang kami berangkat ke penginapan dulu untuk menyimpan barang dan beristirahat sejenak untuk kembali pada malam harinya menikmati suasana malam Kota Palembang.</p>
<p>Jika sahabat traveller punya cukup waktu dari pagi hingga sore hari, bisa lebih banyak melihat lihat pesona Kota Palembang ini dari berbagai sisi dan buatlah list sebagai rekomendasi tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi di Kota Palembang. Kita mencoba memulai dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera">Jembatan Ampera</a> yang menjadi Lambang Kota Palembang, awalnya jembatan ini dibangun pada masa penjajahan jepang di Indonesia untuk menghubungkan daerah diseberang ulu dan seberang ilir, sangat indah dilihat di malam hari dengan lampu jalan disepanjang jembatan memberikan pantulan cahaya keemasan pada sungai Musi, tempatnya masih didalam Kota Palembang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 570px"><img title="Jembatan Ampera" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/50/Ampera-baru.jpg/800px-Ampera-baru.jpg" alt="" width="560" height="375" /><p class="wp-caption-text">Jembatan Ampera</p></div>
<p>Beberapa objek wisata Alam dan objek wisata budaya lain dikota ini yang tak kalah menarik seperti beberapa yang saya sebutkan dibawah ini:</p>
<p>1.Benteng Kuto Besak Palembang</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 509px"><img class=" " title="Benteng Kuto Besak" src="http://www.turisku.com/wp-content/gallery/south-sumatra/benteng-kuto-besak-palembang.jpg" alt="" width="499" height="309" /><p class="wp-caption-text">Benteng Kuto Besak (sumber: turisku.com )</p></div>
<p>2.Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 570px"><img class=" " title="Taman Purbakala" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/02/Taman_Purbakala_Kerajaan_Sriwijaya_-_Pendopo_Utama.jpg/800px-Taman_Purbakala_Kerajaan_Sriwijaya_-_Pendopo_Utama.jpg" alt="" width="560" height="360" /><p class="wp-caption-text">Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (sumber: wikipedia.org)</p></div>
<p>3.Pulau Kemarau</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 560px"><img class=" " title="Pulau Kemarau" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/482984_261116943975394_100002312708375_595302_1859519719_n.jpg" alt="" width="550" height="400" /><p class="wp-caption-text">Pulau Kemarau (Sumber: kaskus.us)</p></div>
<p>4.Museum Sultan Mahmud Badaruddin II</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Museum" src="http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/31299569.jpg" alt="" width="500" height="307" /><p class="wp-caption-text">Museum Sultan Mahmud Badaruddin II</p></div>
<p>5.Rumah Limas</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class=" " title="Rumah Limas" src="http://www.trijayafmplg.net/wp-content/uploads/2011/01/RMH-LIMAS.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Rumah Limas (Sumber: trijayafmplg.net)</p></div>
<p>7.Taman Wisata Punti kayu Palembang</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class=" " title="Punti Kayu" src="http://www.griyawisata.com/images/stories/2011/Mei/7/tmw3.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Taman Wisata Punti Kayu (sumber: griyawisata.com)</p></div>
<p><strong>Dari Palembang ke Lahat</strong></p>
<div id="attachment_1606" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/dari-palembang-ke-lahat/" rel="attachment wp-att-1606"><img class="size-medium wp-image-1606" title="Dari Palembang ke Lahat" src="http://jejakdiri.com/wp-content/uploads/2012/04/Dari-Palembang-ke-Lahat-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Jalan dari Palembang ke Lahat</p></div>
<p>Berwisata seharian di Kota Palembang pastilah sangat menyenangkan. Setelah puas berkeliling di kota Palembang saatnya melanjutkan perjalanan menuju daerah luar ibu Kota Sumatera Selatan ini. Saat itu karena keterbatasan waktu dan ada urusan pekerjaan membuat saya tak bisa berlama lama di Kota Palembang dimana perjalanan selanjutnya adalah menuju Kota Lubuk Linggau. Namun ada salah satu daerah objek wisata lainnya yang merupakan impian dimasa mendatang untuk dikunjungi dan dapat disinggahi jika kita berjalan dari Palembang ke Lubuk Linggau yaitu <em><strong>Kabupaten Lahat</strong></em>. Saya ingat beberapa hari yang lalu saya bertanya pada seorang sahabat yang lahir di Sumatra Selatan untuk sekedar survey kecil,  &#8221;apa wisata yang menarik menurut anda di Sumatra Selatan ini? Jawabnya &#8216;<strong>Lahat</strong>&#8216; &#8220;. Mendengar ini membuat saya tertarik untuk menggali informasi lebih banyak tentang Kabupaten Lahat sebagai Destinasi berikutnya untuk perjalanan wisata. Lahat merupakan daerah penemuan banyak situs situs bersejarah peradaban kuno yang diperkirakan dibuat pada zaman purbakala atau 5.000 tahun sebelum Masehi (SM), bagi yang senang mengikuti kisah peradaban masa lalu disinilah tempat yang cocok untuk dieksplorasi.</p>
<p>Dari Palembang dengan jalan darat dapat ditempuh selama 6 jam perjalanan untuk tiba di Lahat. Perlu diperkenalkan satu persatu di Kabupaten terdapat banyak objek wisata alam yang menarik sebagai berikut :</p>
<p><em>Air Panas Padang Pagun </em><br />
Wisata Lahat yang lokasinya berada di Desa Padang Pagun, Kecamatan Pagar Gunung.</p>
<p><em>Air Panas Tanjung Sakti </em><br />
Wisata Lahat di perbatasan Simpang Tiga dengan Desa Pagar Bunga, Kecamatan Tanjung Sakti. Seperti lazim pada daerah objek wisata air panas para pengunjung biasanya membawa telur untuk dimasak, sama halnya di wisata air panas ini penduduk membuat telur rebus dengan merendamnya di sumber ini selama 5 menit.</p>
<p><em>Air Terjun Bidadari </em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class=" " title="Air Terjun Bidadari" src="http://wisatadroid.files.wordpress.com/2011/05/airterjun_bidadari.jpg?w=214&amp;h=320" alt="" width="150" height="224" /><p class="wp-caption-text">Air Terjun Bidadari</p></div>
<p>Air terjun bidadari ini tidaklah terlalu jauh dari kota Lahat, lokasinya terletak di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, 8 km dari Kota Lahat, tinggi 30 m, lebar 10 m. Dengan menyusuri aliran sungai dari air terjun Bidadari ke bawah maka kita akan menemukan 3 air terjun lainnya yaitu Air Terjun Bujang Gadis, Sumbing dan Naga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mengefektifkan perjalanan sebaiknya kita meminta penduduk setempat yang mengenal daerah wisata ini untuk mengantarkan ke lokasi air terjun sebagai penunjuk jalan dan  tempat kita menggali banyak informasi yang bermanfaat.</p>
<p><em>Air Terjun Curup Panjang</em></p>
<p><em></em>Wisata Lahat yang tempatnya berada di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang.</p>
<p><em>Air Terjun Lawang Agung</em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class=" " title="lawang agung" src="http://djaloe.files.wordpress.com/2008/07/airterjun_lawangagung.jpg?w=250&amp;h=167&amp;h=167" alt="" width="200" height="134" /><p class="wp-caption-text">Air terjun Lawang Agung</p></div>
<p>Wisata Lahat di Desa Lawang Agung Lama, Kecamatan Mulak Ulu, ketinggian 30-50 m, mengalir di Sungai Linang Kiri, ada jembatan gantung, bisa berenang, memancing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menuju ke lokasi air terjun ini kita bisa menggunakan kendaraan motor atau mobil, dengan waktu tempuh 2 jam dari kota lahat dan menggunakan angkutan umum pedesaan kemudian ojek kita hanya mengeluarkan ongkos kurang lebih Rp 20.000.</p>
<p><em>Air Terjun Tebat Bukit </em></p>
<p>Wisata Lahat yang letaknya berada di Desa Gedung Agung, Kecamatan Kota Agung</p>
<p><em>Batu Macan </em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 189px"><img class="   " title="Batu Macan" src="http://wisatadroid.files.wordpress.com/2011/05/batumacan.jpg?w=320&amp;h=230" alt="" width="179" height="129" /><p class="wp-caption-text">Batu Macan (Sumber: wisatadroid.wordpress.com)</p></div>
<p>Objek wisata ini sering dikaitkan dengan legenda Si Pahit Lidah. Yang menurut mitos yang beredar di masyarakat macan yang mengganggu desa disekitar menjadi batu karena tidak mendengarkan nasehat si Pahit lidah sampai 3 kali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terletak di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak jaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga dari 4 daerah, yaitu : Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah, dan Gumai Talang.</p>
<p><em>Bukit Runcing</em></p>
<p>Wisata Lahat yang lokasinya berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Kota Agung.</p>
<p><em>Bukit Serelo </em><br />
Wisata Lahat di Desa Perangai, disebut juga dengan Gunung Jempol karena bentuknya mirip jempol manusia, dengan pemandangan Sungai Lematang.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px;">
<dt><img title="Bukit Telunjuk" src="http://www.freewebs.com/adilahat/CSS/Bukit%20Telunjuk.jpg" alt="" width="448" height="336" /></dt>
<dd>Bukit telunjuk (from freewebs.com)</dd>
</dl>
</div>
<p><em>Jembatan Gantung Pagar Batu </em></p>
<p>Wisata Lahat di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, merupakan jembatan gantung kayu yang cukup panjang dan dilatari oleh rimbun pepohonan dibawahnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 451px"><img class="  " title="Jembatan Gantung Pagar Batu" src="http://baringopi.files.wordpress.com/2012/02/pagar-batu-4.jpg" alt="" width="441" height="315" /><p class="wp-caption-text">Jembatan Gantung Pagar Batu (Sumber: baringopi.wordpress.com)</p></div>
<p><em>Masjid Agung Al-Muttaqin</em>,</p>
<p>Merupakan wisata religius Kabupaten Lahat yang merupakan Masjid Terbesar di Kota Lahat, dengan pemandangan ke seluruh Kota Lahat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Masjid Agung Al-Muttaqin" src="http://sumsel1.kemenag.go.id/file/fotoberita/5229.jpg" alt="" width="400" height="281" /><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Al-Muttaqin, Lahat (sumber: sumsel1.kemenag.go.id)</p></div>
<p><em>Ribang Gayau</em></p>
<p>Wisata Lahat yang lokasinya berada di Desa Kedaton Terkul, Kecamatan Pulau Pinang.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="Ribang Gayau" src="http://4.bp.blogspot.com/-CQI5U3OJ6_Q/T1R4bKmzGJI/AAAAAAAAAmQ/eovGm0vTI2I/s1600/megalit+7.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">Ribang Gayau (lahatkab.go.id</p></div>
<p><em>Rumah Batu</em><br />
Wisata Lahat di Desa Kota Raya Lembak, Kecamatan Pajar Bulan, 80 km dari Kota Lahat, merupakan benda megalitik yang pada dindingnya terdapat lukisan kuno berupa makhluk-makhluk aneh.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Rumah Batu" src="http://farm4.static.flickr.com/3141/3112154919_80c73a0285.jpg" alt="" width="400" height="278" /><p class="wp-caption-text">Rumah Batu (Sumber: google.com)</p></div>
<p><em>Sekolah Gajah Perangai</em><br />
Wisata Lahat di Desa Perangai, Kecamatan Merapi, di kaki Bukit Serelo, tempat melatih gajah agar dapat membantu pekerjaan manusia, dan tempat penangkaran gajah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 395px"><img title="Sekolah Gajah Perangai" src="http://2.bp.blogspot.com/_NXHXHDOnu1I/TE32LMtS9QI/AAAAAAAAABU/eUtZpPrQbJ8/s1600/2983909352_fd45faae9f.jpg" alt="" width="385" height="242" /><p class="wp-caption-text">Sekolah Gajah Perangai (Sumber: google.com)</p></div>
<p><em>Taman Rekreasi Ribang Kemambang</em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 177px"><img title="Ribang Kemambang" src="http://djaloe.files.wordpress.com/2008/07/ribang_kemambang.jpg" alt="" width="167" height="250" /><p class="wp-caption-text">Taman Rekreasi Ribang Kemambang (Sumber: lahatkab.go.id)</p></div>
<p>Wisata Lahat di Kecamatan Lahat, dengan kolam pemancingan, kebun binatang mini, dan tempat rekreasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memasuki gerbang utaman Taman rekreasi Rimbang Kemambang kita akan membayar tiket tiket masuk sebesar Rp. 1.500,- /orang. Di lokasi ini terdapat Kebun Binatang dan fasilitas naik perahu untuk mengelilingi danau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Taman Wisata Sungai Lematang</em></p>
<p>Wisata Lahat di Kecamatan Lahat, Sungai Lematang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Lahat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="Sungai Lematang" src="http://farm4.static.flickr.com/3153/2983019965_b2d36ec185.jpg" alt="" width="400" height="260" /><p class="wp-caption-text">Sungai Lematang</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class="  " title="Air Terjun Lematang" src="http://adhedoang.files.wordpress.com/2010/06/2282678255ec0a5b9161bqb6.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Air Terjun Lematang Pagar Alam, Di antara Lahat dan Pagar Alam terdapat dua air terjun yang masing-masing setinggi 40 meter lebih.</p></div>
<p>Travelling dari Lahat ke Lubuk Linggau ada dua pilihan bisa menggunakan mobil travel atau kereta api. Saran seorang sahabat jika ingin menyingkat waktu maka sebaiknya menuju Linggau menggunakan Kereta api, dengan kereta api hanya dapat dicapai sekitar 3-4 jam sampai di stasiun kereta Lubuk Linggau. Jadi dari Palembang ke Lahat pilihan yang baik adalah menggunakan kendaraan darat pribadi atau umum maka ke Lubuk Linggau jika kita tak mempunyai kendaraan pribadi sebaiknya menggunakan kereta api untuk menyingkat waktu perjalanan.</p>
<p><strong>Menuju Lubuk Linggau</strong></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 317px"><img class=" " title="Lubuk Linggau" src="http://i46.tinypic.com/2055jds.jpg" alt="" width="307" height="222" /><p class="wp-caption-text">Peta Lubuk Linggau</p></div>
<p>Tiba di Lubuk Linggau pada siang hari dengan menggunakan Ratu Intan Travel yang berangkat dari Palembang pada pagi hari ditempuh selama kurang lebih 6 jam perjalanan. Kesan Kota kecil yang adem sebagai kota transit menuju kota kota lain yang terhubung pada jalan provinsi di sepanjang Pulau Sumatra.</p>
<p>Siang itu sholat di Masjid Agung Lubuk Linggau dan beristirahat sejenak sambil baringan menunggu mobil jemputan dari kantor. Masjid Agung dengan ventilasi yang baik itu seperti mengajak untuk beristirahat sejenak.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 433px"><img class=" " title="Masjid Agung" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/24039_1316147437157_1634863774_812783_5407065_n.jpg" alt="" width="423" height="317" /><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Lubuk Linggau (Sumber: Dok. Pribadi)</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 433px"><img class=" " title="Masjid Agung" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/24039_1316135436857_1634863774_812781_8084691_n.jpg" alt="" width="423" height="317" /><p class="wp-caption-text">Interior Kubah Masjid Agung (Sumber: Koleksi Pribadi)</p></div>
<p>Tapak Kawasan Objek Wisata yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Lubuk Linggau adalah sebagai berikut:</p>
<p><em><strong>Watervang. </strong> </em>Terdapat di Kelurahan Watervang, kecamatan Lubuklinggau Timur I;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Watervang" src="http://3.bp.blogspot.com/_DtG__AOwAl4/TQRkygb2lwI/AAAAAAAAABw/BUUCEGLUlOM/S374/watervang_2.jpg" alt="" width="300" height="195" /><p class="wp-caption-text">Watervang (sumber:google.com)</p></div>
<p><em><strong>Bukit Sulap</strong>. </em>di Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Kawasan objek wisata ini merupakan objek wisata alam yang berbentuk bukit yang cukup besar dengan ketinggian ± 700 m dari permukaan laut dengan rimbun tumbuhan alami dan udara yang sejuk. Dari puncak bukit sulap pengunjung dapat leluasa memandang keindahan alam kota lubuklinggau, juga menarik jika melihat pemandangan kota dimalam hari.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Bukit Sulap" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8QUKh9nNTk/SwEhGbrJRzI/AAAAAAAAMBU/H2Aq5SvGJO8/s1600/bukit+sulap.jpg" alt="" width="450" height="283" /><p class="wp-caption-text">Bukit Sulap (Sumber: google.com)</p></div>
<p style="text-align: left;"><em><strong>Air Terjun Temam. </strong></em>di Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><img class="  " title="Air Terjun Temam" src="http://3.bp.blogspot.com/-bAagdV-7_4M/T5t5yd8wpjI/AAAAAAAAAyo/t2e1ysfaz7Y/s1600/air-terjun-temam.jpg" alt="" width="504" height="403" /><p class="wp-caption-text">Air Terjun Temam (sumber : google.com)</p></div>
<p><em><strong>Museum Subkoss Garuda</strong></em> (Budaya) Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat I;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Museum Subkoss Garuda" src="http://apridona91.files.wordpress.com/2010/12/gb7.jpg" alt="" width="450" height="317" /><p class="wp-caption-text">Museum Subkoss Garuda (Sumber: apridona91.wordpress.com)</p></div>
<p><em><strong>Air Terjun Sei Sando</strong></em> (Alam) Kelurahan Watas Kecamatan Lubuklinggau Barat I;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img title="Sei Sando" src="http://apridona91.files.wordpress.com/2010/12/gb4.jpg" alt="" width="450" height="317" /><p class="wp-caption-text">Air Terjun Sei Sando (Sumber: apridona91.wordpress.com)</p></div>
<p><em><strong>Benteng Ulak Lebar</strong></em> (Budaya) Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II;<br />
<em><strong>Danau Malus</strong></em> (Alam) Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I;<br />
<em><strong>Gua Batu Naga</strong></em> (Alam) Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau  Selatan I;<br />
<em><strong>Air Terjun Curuq Layang.</strong></em> Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau Selatan I;<br />
<em><strong>Gua Batu</strong></em> (Alam) Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I;</p>
<p><em><strong><em><strong>Air Terjun Taqli</strong></em> </strong></em>(Alam) Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I;</p>
<p><em><strong>Rumah Adat</strong></em> (Budaya)  Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau  Selatan I;<br />
<em><strong>Rumah Adat</strong></em> (Budaya) Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Timur I;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Rumah Adat" src="http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/62482377.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Rumah Adat Lubuk Linggau (Sumber: google.com)</p></div>
<p>Sejauh jejak langkah, ingatan dan pengetahuan penulis untuk menyusuri, pada halaman ini hanya menghidangkan 3 lokasi wisata saja di Provinsi Sumatra Selatan ini yaitu Kota Palembang, Kabupaten Lahat dan Kota Lubuk Linggau. Dengan hanya tiga daerah ini saja sudah nampak pesonanya yang unik. Bagaimana dengan daerah lain seperti Muara Enim, Pagar Alam dan tempat tujuan wisata lainnya? Karena kaya akan wisata alam, budaya dan sejarah, satu halaman web ini tak akan cukup untuk menampilkan semua pesona yang ada.</p>
<p>Setelah puas melakukan perjalanan jauh sendiri, pada malam harinya di Lubuk Linggau penulis beserta rekan menuju rumah makan yang biasa kami singgai, memesan kepiting lada hitam, cumi, ikan putih, aneka sayur dan jus. Sambil mencicipi hidangan makan malam penulis beserta rekan saring cerita tentang kota Palembang dan daerah wisata lainnya. Dan tiba pada satu kesimpulan bahwa pada setiap perjalanan akan memberi insfirasi tersendiri tentang pengetahuan peradaban baru pada suatu daerah beserta dengan kesan pesonanya yang unik dan saling melengkapi satu sama lain.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><img class=" " title="Dinner" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/23509_1330325911610_1634863774_847751_3630621_n.jpg" alt="" width="504" height="401" /><p class="wp-caption-text">Makan Malam bareng di Lubuk Linggau, dari kiri ke kanan Umar, Tony, Rob, Erwin dan Sam (Sumber: Koleksi Pribadi)</p></div>
<p>Yang perlu diingat, jika kita berencana melakukan perjalanan wisata ke suatu daerah seperti Kota Palembang, Lahat dan Lubuk Linggau, maka rencanakanlah perjalanan itu dengan sebaik baiknya, perhitungkan waktu, kemampuan dana dan daftar lokasi menarik yang hendak dikunjungi agar perjalanan bisa lebih efektif dan efisien. Semoga bermanfaat <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam Traveler,</p>
<p>Erwin</p>
<p><a href="http://wongkito.net"><img class="aligncenter" title="wongkito" src="http://wongkito.net/badge/widget-kompetisi-blog.jpg" alt="" width="180" height="192" /></a></p>
<p><em>Untuk memulai perjalanan Silahkan Kunjungi juga referensi penting berikut:</em></p>
<p><a href="http://www.palembang.go.id/">http://www.palembang.go.id</a></p>
<p><a href="http://www.disbudpar.palembang.go.id/">http://www.disbudpar.palembang.go.id/</a></p>
<p><a href="http://wisatapalembang.com/">http://wisatapalembang.com/</a></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang">http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang</a></p>
<p><a href="http://www.trijayafmplg.co.id/">http://www.trijayafmplg.co.id/</a></p>
<p><a href="http://www.sumselprov.go.id/">http://www.sumselprov.go.id</a></p>
<p><a href="http://www.lahatkab.go.id/">http://www.lahatkab.go.id</a></p>
<p><a href="http://www.lubuklinggau.go.id/">http://www.lubuklinggau.go.id/</a></p>
<p><a href="http://disbudpar.lubuklinggau.go.id/">http://disbudpar.lubuklinggau.go.id</a></p>
<p><a href="http://wongkito.net/">http://wongkito.net/</a></p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fpesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fpesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau%2F&amp;text=Pesona+Sumatra+Selatan+Dari+Kota+Palembang+ke+Lubuk+Linggau&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Pesona Sumatra Selatan Dari Kota Palembang ke Lubuk Linggau&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/04/pesona-sumatra-selatan-dari-kota-palembang-ke-lubuk-linggau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Kelahiran</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/04/proses-kelahiran/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/04/proses-kelahiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 01:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah&#8230; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Janin" src="http://mediaislamnet.com/wp-content/uploads/2010/01/kejadian-janin-b11-300x234.jpg" alt="" width="300" height="234" /><p class="wp-caption-text">Janin</p></div>
<p>Subhanallah&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fproses-kelahiran%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/04/proses-kelahiran/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fproses-kelahiran%2F&amp;text=Proses+Kelahiran&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Proses Kelahiran&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/04/proses-kelahiran/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/04/proses-kelahiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata dari pesisir Makassar menuju Toraja hingga ke kawasan pegunungan Verbeck</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang berada dirantau, pulang kembali ke kampung halaman merupakan suatu keinginan yang selalu besar, rindu untuk membiarkan diri diterpa anging mammiri sepoi sepoi, rindu dengan sungai dan air terjung pegunungan yang menyejukkan. Apa yang saya lihat di padang Arabia &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp"></div>
<p><a href="http://southsulawesitourism.com"><img class="alignleft" title="visit sulsel" src="http://southsulawesitourism.com/wp-content/uploads/2012/03/banner-south-sulawesi-tourism-3.png" alt="" width="300" height="300" /></a>Ketika sedang berada dirantau, pulang kembali ke kampung halaman merupakan suatu keinginan yang selalu besar, rindu untuk membiarkan diri diterpa anging mammiri sepoi sepoi, rindu dengan sungai dan air terjung pegunungan yang menyejukkan. Apa yang saya lihat di padang Arabia ataukah beberapa tempat di Indonesia dalam pandangan saya tak ada yang selengkap apa yang ada di Sulawesi Selatan. Dari kondisi alam yang masih asri, rimbun pepohonan pada pegunungan, sebut saja beberapa diantaranya <a href="http://wikimapia.org/22987091/Wisata-Alam-Malino">Malino</a> dan Toraja, hingga nyiur yang selalu melambai diatas pasir putih dan juga hitam.</p>
<p>Sebagai seorang putra sulawesi selatan yang lahir dibagian paling utara provinsi ini yaitu di kabupaten Luwu timur, kemudian melanjutkan studi SMA dibagian selatan hingga menyelesaikan kuliah dan bekerja beberapa tahun di kota makassar, dengan banyaknya perjalanan pulang ke Kampung pada setiap liburan dan acara keluarga menjadi paham betul betapa besar potensi wisata yang dimiliki oleh sulawesi selatan, sehingga ada baiknya saya menghidangkan reportase awal saya tentang rute yang menarik untuk dijelajahi dalam satu jalur jalan provinsi dari selatan ke utara dan kembali lagi dari Utara keselatan dan akan memulai perjalanan  dari Kota Makassar sampai ke desa Soroako, kemudian balik lagi ke kota Makassara. karena ini adalah jalan pulang ke Kampung maka sangat baik jika kita beri judul saja &#8220;<strong>Dari Makassar ke Soroako&#8221;. <span id="more-878"></span></strong></p>
<div id="attachment_987" class="wp-caption alignleft" style="width: 249px"><a href="http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/makassar-soroako/" rel="attachment wp-att-987"><img class="size-medium wp-image-987 " title="makassar-soroako" src="http://jejakdiri.com/wp-content/uploads/2012/03/makassar-soroako-239x300.jpg" alt="" width="239" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">dari Makassar ke Soroako</p></div>
<p>Dengan kondisi alam yang landai dan sebagian besar perbukitan hijau membuatnya asri dan uniq disetiap daerahnya, memberikan kesempatan budaya masyarakat bertumbuh dan tercipta menjadi indah bersesuaian dengan kondisi alamnya.</p>
<p>Aneka macam keindahan alam sulawesi selatan terbentuk karena proses geology yang kompleks mulai dari pesisir Bahari yang terbentuk akibat proses sedimentasi dari laut lepas yang membuatnya berpasir putih terutama pada pulau pulau kecil di sepanang pesisir luar sulawesi selatan dan pantai alam yang berpasir kecoklatan yang terbantuk dari akumulasi sedimentasi dari daratan seperti kita lihat kondisi pantai yang ada di Akarena. Alam pegunungan, hingga <a href="http://muhammadiqbale.blogspot.com/2012/04/nikmatnya-wisata-kuliner-sulawesi.html">Kuliner</a> merupakan suatu kekayaan yang luar biasa unik dan khas yang punya kelebihan yang luar biasa jika dibandingkan dengan berbagai daerah wisata dunia yang lainnya.</p>
<p><strong>Makassar, </strong><em>the starting point.</em></p>
<p>Jika keletihan sehabis naik pesawat atau kapal laut, bisa beristirahat sejenak di penginapan dan jangan lupa untuk keluar pada malam hari, jalan jalan menikmati suasana malam di Anjungan Pantai Losari.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 496px"><img title="Anjungan Losari" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/163471_1623907610969_1634863774_1517523_7049423_n.jpg" alt="" width="486" height="300" /><p class="wp-caption-text">Anjungan Losari pada malam hari (by Erwin)</p></div>
<p>Setibanya di Makassar jika kita ingin menikmati kota Makassar dari pagi hingga pagi, maka carilah hotel atau penginapan yang terletak di dekat Pantai losari. Di Pantai ini ada beberapa spot yang menarik untuk dikunjungi.</p>
<p>Selalu saja jika waktu cuti telah tiba saya akan mengajak adik adik Rany, Resti, Gita, Ria, Alya dan beberapa sepupu yang lain untuk mengunjungi daerah bersejarah di kawasan pantai Losari, disamping untuk lebih membuat mereka melek akan sejarah kota mereka sendiri juga untuk sekedar menikmati udara Kota Makassar di pagi, sore dan Malam hari.</p>
<p><em>Wisata pesisir dan bahari di Makassar</em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 312px"><img title="sunset" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/302091_1841650219616_1791418708_1262847_1308066704_n.jpg" alt="" width="302" height="201" /><p class="wp-caption-text">Menunggu Matahari terbenam</p></div>
<p>Orang bugis makassar diseluruh indonesia bahkan dunia terkenal sebagai <a href="http://jejakdiri.com/2010/04/mengendarai-gelombang-laut-banda/">pelaut pelaut</a> yang ulung, namun bukan hanya pelautnya yang ulung Wisata bahari di Sulawesi selatan juga unggul ditandai dengan banyaknya pulau pulau kecil maupun besar yang sangat menarik untuk dikunjungi. Diseberang sana terlihat pulau kecil Lae lae merupakan pulau terdekat dari pantai Losari, ada beberapa pulau menarik lainnya disana seperti <em>Pulau Kayangan, <a href="http://ungatawwa.com/2012/04/02/panggil-aku-samalona/">Samalona</a>, Barang lompo, Barang caddi, Kodingareng</em> dan <em>kodingareng keke</em>, serta banyak lagi pulau pulau kecil terluar yang ada disekitar Makassar hingga ke <em>Pangkajene Kepulauan</em>.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 452px"><img class=" " title="Pulau lae lae" src="http://farm3.staticflickr.com/2530/5712556446_095339f7e7_z.jpg" alt="" width="442" height="294" /><p class="wp-caption-text">Memandangi pulau Lae lae dari Pantai Losari (Photo by Erwin)</p></div>
<p>Pada pesisir Makassar Tanjung bunga atau Akarena adalah tempat yang paling sering dikunjungi oleh orang Makassar sendiri, biasanya untuk mengambil gambar sunset di sore hari ataukah sekedar menikmati suasana angin pantai. Banyak juga pasangan muda mudi pada sore hari ditempat ini. Namun ada batasan berkunjung ketempat ini, pada jam 1o malam akan ada peringatan jika daerah wisata akan ditutup.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="   " title="Akarena" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/268320_1688534951830_1791418708_1114364_5524307_n.jpg" alt="" width="461" height="307" /><p class="wp-caption-text">Akarena (Photo by Erwin)</p></div>
<p><em>Wisata Sejarah Kota Makassar,</em></p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 372px"><img title="benteng Port Rotterdam" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/24250_1301363467567_1634863774_782586_8154560_n.jpg" alt="" width="362" height="272" /><p class="wp-caption-text">benteng Port Rotterdam (by Erwin)</p></div>
<p>Salah satu peninggalan bersejarah yang berada di dalam Kota Makassar dan paling mudah dijangkau dari jantung kota adalah benteng,  yaitu <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam">Fort Rotterdam</a> atau benteng</em> <em>ujungpandang</em> dan<em> <a href="http://wisata.makassarkota.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=44&amp;Itemid=39">benteng Somba Opu</a></em>.  Benteng Rotterdam atau benteng ujungpandang ini mulanya dibangun pada Tahun 1445 pada masa pemerintahan Raja Gowa ke sepuluh yang bergelar “Karaeng Tuni Pallangga Ulaweng”, kemudian pada tahun 1634 tembok benteng ditata kembali atas perintah Raja Gowa ke XVI “I Mangeran Daeng Manrabia Sultan Alauddin” setelah perjanjian Bongayya 18 November 1667, Benteng pertahanan itu jatuh ke tangan Belanda dan sejak itu Benteng Ujung Pandang berubag nama menjadi Fort Roterdam. Sedangkan benteng Somba Opu merupakan saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan tanah Makassar, dimana benteng ini dikatakan sebagai benteng terkuat di nusantara pada masa itu menurut seorang ilmuwan pengelana &#8220;Alfred Wallace&#8221;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img title="lantai dua" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/181968_186306681409312_100000899455066_437346_5641280_n.jpg" alt="" width="461" height="307" /><p class="wp-caption-text">Fort Rotterdam Lantai dua (photo by Erwin)</p></div>
<p>Kedua saksi sejarah tersebut saat ini dijadikan sebagai <a href="http://www.indonesia.travel/en/destination/570/fort-rotterdam-and-the-i-la-galigo-museum-within-history-of-south-sulawesi">museum</a> sejarah kota makassar dan sulawesi selatan.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 356px"><img class="  " title="miniatur" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/180603_186305808076066_100000899455066_437334_5070494_n.jpg" alt="" width="346" height="230" /><p class="wp-caption-text">Miniatur Fort Rotterdam (Photo by Erwin)</p></div>
<p>Jika ingin melihat berbagai rumah adat suku suku yang ada di Sulawesi Selatan maka sebaiknya menyempatkan diri ke Benteng Somba Opu yang terletak dibagian selatan kota Makassar ± 7 km dari pusat kota, dan jika ingin melihat  sejarah perjuangan, baju baju adat dan budaya makassar dan sekitarnya, maka sempatkanlah untuk mampir ke Benteng Ujungpandang atau Fort Rotterdam yang berada di Pantai Losari. Tak perlu waktu yang lama untuk menjangkau keduanya, sebab letaknya masih didalam wilayah Makassar.</p>
<p><strong>Wisata Alam Pegunungan</strong></p>
<p>Wisata alam terdekat dari Makassar selain wisata Bahari terdapat juga wisata alam pegunungan seperti wisata air terjun Bantimurung di Maros, mata air Eremerasa dan <a href="http://faizalramadhan.com/potensi-agro-wisata-desa-loka.html">Loka</a> di Bantaeng, Alam pegunungan Malino di Gowa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pada tulisan kali ini saya akan memberikan reportase perjalanan bersama keluarga dari Makassar ke Tana Toraja hingga ke Soroako yang merupakan jalur menuju utara Propinsi Sulawesi Selatan.</p>
<p><strong>Tana Toraja,</strong></p>
<p>Pada Pertengahan tahun lalu, kami merencanakan melakukan perjalanan menyusuri jalur wisata menuju Tana Toraja hingga ke Kampung halaman malili-soroako. Dari Makassar ke Tana Toraja dapat ditempuh dengan 8 sampai 9 jam perjalanan dengan menggunakan mobil, dengan jarak tempuh 310 km.</p>
<p>Kami berangkat dari makassar menuju Tana Toraja pada malam hari dengan mengendarai Avanza hitam ber-enam kami memulai perjalanan. Pada 4-5 jam perjalanan  adzan subuh berkumandang, kamipun mencari tempat persinggahan untuk sholat dan beristirahat. Jalanan menanjak pada subuh hari itu kami singgah pada warung yang berada tepat berhadapan dengan bukit Kabobong atau biasa disebut Buttu Kabobong yang teletak di Kabupaten Enrekang. Pegungungan ini biasa disebut juga sebagai gunung Nona karena bentuknya yang unik, dalam bahasa inggris banyak menyebutnya sebagai the Erotic Mountain. Kami sholat subuh di warung tersebut kemudian beristirahat Sampai pagi menjelang siang, memberi waktu untuk Pak Bidin sopir kami beristirahat agar bisa segar kembali membawa mobil di pagi harinya, dan merupakan saat yang tepat bagi kami untuk menikmati sejuk udara pegunungan sambil menikmati salak khas <a href="http://enrekang.com">Enrekang</a> yang manis itu. Salak salak ini sebagian besar dibawa dari kecamatan Baraka, saya ingat beberapa tahun yang lalu ke Baraka pada saat menghadiri pesta pernikahan seorang sahabat dan membawa pulang banyak oleh oleh salak. Kami membelinya beberapa Kantong dan memasukkannya ke Mobil.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><img title="Bonto Kabobong" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/19655_1256339822004_1634863774_682469_2008953_n.jpg" alt="" width="483" height="362" /><p class="wp-caption-text">Buttu Kabobong, Enrekang (Photo by Erwin)</p></div>
<p>Pagi harinya kamipun melanjukan perjalanan menuju Tana Toraja. Jarak dari Buttu Kabobong tidaklah terlalu jauh dari Tana Toraja.</p>
<p><strong>Tana Toraja,</strong> Tanah surga para raja.</p>
<p>Tiba di Toraja pada pagi hari menjelang siang, singgah di sebuah rumah makan di kota Toraja dan menghubungi seorang sahabat sealmamater di Kampus Unhas yang merupakan keturunan asli Tana Toraja. Dia datang, kamipun bercengkerama sambil makan siang dan dia menunjukkan lokasi-lokasi yang menarik untuk di kunjungi, setelah itu kamipun berpisah. Suatu kesempatan yang langka juga saya bisa reuni dengan beliau, hanya karena keterbatasan waktu dan kesempatan karena kami datang dihari kerja walau banyak sahabat di Kota ini kami tak sempat bertemu dengan mereka semua.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px;">
<dt><a href="http://jejakdiri.com/wp-admin/www.indonesia.travel"><img title="toraja 27" src="http://cdn.indonesia.travel/media/images/upload/poi/Toraja-27.jpg" alt="" width="512" height="242" /></a></dt>
<dd>Photo from indonesia.travel</dd>
</dl>
</div>
<p>Kami mulai melakukan eksplorasi di situs Wisata Londa kemudian menuju ke Ke&#8217;te Kesu yang merupakan daerah lumbung padi dengan rumah rumah adat Tongkonan yang mengelilinya.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 327px;">
<dt><img class="   " title="Tongkonan" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash2/18755_1276102676063_1634863774_726642_7398892_n.jpg" alt="" width="317" height="423" /></dt>
<dd></dd>
</dl>
</div>
<p>Tana Toraja memiliki banyak kerajinan Tangan dengan ukirannya yang khas, mulai dari aksesoris kalung, gelang, cincin, tempat tissu, asbak, bingkai photo, parang toraja dan lain-lain. Kamipun membeli beberapa aksesoris dan saya juga membeli satu buah parang toraja yang terkenal tajam itu kebetulan sebelum berangkat bapak saya berpesan untuk membelikannya.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 348px;">
<dt><img title="Kerajinan tangan" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/18755_1276099795991_1634863774_726639_7614107_n.jpg" alt="" width="338" height="253" /></dt>
<dd>Kerajinan Tangan</dd>
</dl>
</div>
<p>Kami beristirahat cukup lama di Pallawa yang merupakan salah satu situs wisata Rumah adat Tongkonan yang cukup menarik dan berada diantara pohon pohon bambu di Puncak bukit, lokasi wisata ini terletak sekitar 12 kilometer kearah utara dari Rante Pao.</p>
<p>Beberapa daerah wisata yang menarik untuk dikunjungi di Tana Toraja adalah sebagai berikut :</p>
<p><em><strong>Buntu Kalando</strong>. </em>Tongkonan/rumah tempat Puang Sangalla&#8217; (Raja Sangalla&#8217;) berdiam. Sebagai tempat peristirahatan Puang Sangala&#8217; dan juga merupakan Istana tempat mengelola pemerintahan kerajaan Sangalla&#8217; pada waktu itu, Tongkonan Buntu Kalando bergelar &#8220;tando tananan langi&#8217; lantangna Kaero tongkonan layuk&#8221;. saat ini Tongkonan Buntu Kalando dijadikan Museum Tempat meyimpan benda-benda prasejarah dan peninggalan kerajaan Sangalla&#8217;.</p>
<p><em><strong>Pallawa, </strong></em>Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao.</p>
<p><em><strong>Londa, </strong></em>adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Terletak sekitar 5 km ke arah selatan dari Rantepao.</p>
<p><em><strong>Ke’te Kesu, </strong></em>Obyek yang mempesona di desa ini berupa Tongkonan, lumbung padi dan bangunan <em>megalith</em> di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja <em>souvenir</em>. Terletak sekitar 4 km dari tenggara Rantepao.</p>
<p><em><strong>Batu Tumonga, </strong></em>Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2–3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan Rantepao dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sesean dengan ketinggian 1300 meter dari permukaan laut.</p>
<p><em><strong>Lemo, </strong></em>Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma&#8217; Nene.</p>
<p>Pada Malam hari setelah puas menjelajahi Tana Toraja, Kamipun melanjutkan perjalanan ke Tanah Luwu menuju persinggahan berikutnya.</p>
<p><strong>Malili ke Soroako,</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><img class=" " title="balantang-malili" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/554096_3278916345153_1634863774_2814613_1968120325_n.jpg" alt="" width="430" height="290" /><p class="wp-caption-text">Lapangan bola Balantang</p></div>
<p>Semasa kecil dahulu di Soroako ketika liburan sekolah dasar telah tiba saya pasti selalu berbahagia, bagaimana tidak liburan berari pulang kampung, pulang kampung berarti saatnya mengikuti acara rutin ke laut yang biasa disebut sebagai Bulo Puloe dan Pulau Balantang. Paginya ketika tiba di Malili kami berencana untuk travelling menuju Wasuponda dan Soroako, titik terakhir yang merupakan titik balik perjalanan kami kembali ke Makassar.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="  " title="Sungai Malili" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/315978_1500799615659_1704241441_722913_61406400_n.jpg" alt="" width="461" height="306" /><p class="wp-caption-text">Sungai sepanjang perjalanan dari Malili ke Matabuntu (by rany)</p></div>
<p><strong>Matabuntu</strong>, Wasuponda</p>
<p>Memasuki wilayah ini jalannya tak sebesar jalan raya namun tidak juga sesempit jalan tikus. Dapat ditempuh 15 menit dari kota kecamatan Wasuponda yang berjarak kurang lebih 10 km, Dari sorowako sekitar 25-30 menit, berangkat dari Malili dapat ditempuh selama kurang lebih sejam perjalanan. Jika kita memulai perjalanan dari Makassar ibukota provinsi Sulawesi Selatan menuju malili dengan bus dapat di tempuh dengan perjalanan malam selama 12 jam.</p>
<p>Bersama rombongan dari Malili kami mengendarai motor menuju ke lokasi, kami berenam jadi ada tiga motor berboncengan, ditengah perjalanan singgah dulu di warung dekat bendungan Balambano yang besar itu. Mengaso sebentar, Cappucino kaleng berwarna coklat didalam kulkas yang kelihatan melalui kaca transparan itu cukup menggoda untuk melepas dahaga disiang hari, duduk menikmati angin sepoi-sepoi sambil mencicipi kripik yang sengaja diletakkan diatas meja.</p>
<p>Menurut informasi awal jalannya agak kecil dan agak sulit jika ditempuh dengan menggunakan mobil, maka kami memutuskan menggunakan motor saja. Sesampainya di Matabuntu ternyata jalanan sudah lebar dan pengerasan sementara dilakukan, terlihat satu bulldozer sementara mengerjakan tugasnya di sepanjang jalan menuju air terjun. Bersyukur kami datang ketempat ini jalan sudah bagus sehingga lumayan nyaman dilalui dan tak ada goncangan yang berarti.</p>
<p>Dahulu jika menuju ke Matabuntu kendaraan hanya bisa parkir didepan rumah warga dan harus jalan kaki melewati sawah dan sungai, tetapi ketika kami datang ketempat itu jalan sudah diperlebar.</p>
<p>Gemuruh air terjun terdengar  ketika kendaraan kami memasuki desa setempat, tampak pematang sawah dengan padi yang baru tumbuh terbentang. Takjub melihat pemandangan sekeliling hijau diantara bebukitan dan lembah, padang ilalang, hamparan padi yang dibelah oleh jalan pengerasan yang berkerikil. Karena asyiknya menikmati suasana membuat kami tak sempat mengabadikan panorama yang hijau membentang di sepanjang jalan. Hangatnya siang itu menjadi sedikit dingin diterpa embun dan udara yang berasal dari percikan air terjun Matabuntu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="  " title="Matabuntu, Luwu Timur" src="http://farm4.staticflickr.com/3439/5738736167_17c5b1d088_z.jpg" alt="" width="461" height="321" /><p class="wp-caption-text">Permandian &quot;Matabuntu&quot; Luwu Timur (by erwin r)</p></div>
<p>Setibanya disana, tampak sunyi dan tak ada rombongan pengunjung sama sekali. Hanya kami saja yang datang hari itu. Mungkin karena bukan hari libur pikirku.</p>
<p>Sejuk, ketika memasuki areal matabuntu tengah hari siang yang panas itu tiba-tiba tak terasa yang ada hanya diliputi hawa segar yang dingin dengan pepohonan hutan tropis yang rindang. Di pondok pertama kami melepas lelah setelah mendaki anak-anak tangga buatan di sebelah kiri Matabuntu. Ada tiga pondok disana dan kami menyinggahi ketiganya.</p>
<p>Belum pernah saya menghitung secara pasti berapa jumlah undakan alami ini, namun menurut salah satu sumber berjumlah 33 undakan. Kupu-kupu dan tumbuhan anggrek juga bisa ditemui disini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="  " title="mandi" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/166180_1662269449991_1634863774_1605854_6936877_n.jpg" alt="" width="461" height="346" /><p class="wp-caption-text">Mandi di air yang jernih</p></div>
<p>Entah bagaimana asal muasal daerah ini dinamakan Matabuntu. Menurut penduduk lokal nama ini berasal dari salah satu bahasa daerah di pulau Sulawesi, dimana mata berarti; pandangan, penglihatan. Buntu : bukit atau gunung. Jadi mata buntu bisa berarti pandangan yang terhalang oleh gunung atau bisa juga berarti Mata yang dimiliki oleh gunung.  Satu yang unik ada beberapa undakan atau morfologi dari air terjun ini serupa mata mata yang besar jika diperhatikan lebih seksama. Mungkin demikianlah sehingga air terjun ini dinamakan Matabuntu. Daerah wisata ini merupakan tempat Favorit sahabat saya Titin dan beberapa temannya (karyawan PT. Vale) melakukan aktivitas Hiking dan climbing.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " title="matabuntu" src="http://farm3.staticflickr.com/2355/2178670997_2b162cf04f_z.jpg" alt="" width="384" height="512" /><p class="wp-caption-text">Matabuntu pesona hijau Alami (Photo by Titin)</p></div>
<p><strong>Memasuki Soroako</strong></p>
<p>Ketika sampai di Soroako dan melewati gerbang masuk Soroako yang yang di jaga oleh Sekuriti PT Vale Indonesia (dulu namanya PT. INCO), ada baiknya kita jalan jalan menuju pantai Ide. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, biasanya di pagi hari minggu saya bersama teman-teman berjalan menuju ke permandian itu. Selama perjalanan melalui soroako lama dimana banyak penduduk asli yang memiliki lahan pertanian dan masih bercocok tanam disana, suasana sekitar ini selalu kami nikmati.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><img class=" " title="Sawah" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/33721_1323404023885_1794399691_643088_151544_n.jpg" alt="" width="483" height="323" /><p class="wp-caption-text">Hamparan Sawah menghijau menuju Pantai IDE (Photo by Mercy B)</p></div>
<p>Cuaca di Pantai IDE pagi itu masih bersahabat, terlihat beberapa orang sedang berenang dan menikmati penyelaman di Danau yang tawar itu. Kami berlarian dijembatan yang menjolok ke tengah danau Matano kemudian berlompatan pada ban ban yang telah mengapung disekitar jembatan itu. Menjelang sore baru kami beristirahat sejenak dan kembali ke Malili.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 476px"><img class="   " title="pantai IDE" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/310221_1500793615509_1704241441_722901_953426496_n.jpg" alt="" width="466" height="310" /><p class="wp-caption-text">Pantai IDE (photo by Rany)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perjalanan Pulang ke Makassar</strong></p>
<p>Dari Kota Malili yang merupakan ibukota Kabupaten Luwu Timur, setelah bermalam sehari pada sore hari kamipun melanjutkan perjalanan pulang menuju kota Makassar, melewari Palopo, Pare pare dan Barru.</p>
<p>Pada perjalanan yang agak jauh melampaui Palopo, di disubuh yang dingin dan sejuk kami singgah untuk istirahat makan dan sholat pada sebuah rumah makan pesisir pantai di Barru, rumah makan tersebut terletak dipesisir pantai yang berbatasan dengan pare-pare.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 475px"><img class="   " title="Barru" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/18755_1276102796066_1634863774_726645_393541_n.jpg" alt="" width="465" height="349" /><p class="wp-caption-text">Barru di pagi hari (photo by Erwin)</p></div>
<p>Menikmati udara pagi, dengan angin semilir mengantarkan kami pada kenangan disepanjang jalan. Dan sekaligus menimbulkan keinginan untuk cepat berada di Makassar tempat kami akan beristirahat beberapa hari dan melanjutkan perjalanan lagi ke Malino.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><img class=" " title="breakfast" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/18755_1276102956070_1634863774_726649_4380957_n.jpg" alt="" width="483" height="362" /><p class="wp-caption-text">sarapan pagi (photo by erwin)</p></div>
<p><strong>Relax saat kembali di Makassar Kota Dunia,</strong></p>
<p>Setibanya di Makassar pada pagi menjelang siang, kami beristirahat dirumah dan berencana keluar lagi pada malam harinya untuk menikmati suasana Makassar.</p>
<p>Makassar bukan hanya surga bagi para pecinta masakan khas Indonesia, tetapi merupakan tempat paling mengasyikkan untuk menikmati suasana senja yang selalu ditemani oleh hembusan sepoi Angingmammiri. Ada banyak titik kenyamanan didalam kota makassar itu sendiri, sebut saja Tanjung Bunga yang biasa disebut sebagai Pantai Akarena, Balla I Rate dalam kawasan Hotel pantai Gapura, Kampung popsa terletak didepan kawasan Benteng Rotterdam, Anjungan pantai losari dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 456px"><img class=" " title="Balla I Rate" src="http://farm3.staticflickr.com/2252/5712564426_be08524c20_z.jpg" alt="" width="446" height="298" /><p class="wp-caption-text">Balla I Rate, tempat Ngopi tepi pantai Losari (photo by Erwin)</p></div>
<p>Suasana Pantai Losari memang mengasyikkan jika dinikmati di sore hari, bercengkerama bersama para sahabat. Pada meja disebelah kami terdapat dua kelompok warga makassar sedang asyik bercengkerama, mereka adalah sekawanan mahasiswa yang baru saja pulang dari kampus, dan pada meja yang lain agak jauh dari penulis merupakan kumpulan karyawan yang asyik berdiskusi melepaskan kepenantan dari aktifitas yang menguras energi dan fikiran di siang harinya. Kami semua bertemu ditempat ini yang merupakan salah satu dari banyak titik yang indah dari kota makassar.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img class="  " title="relax" src="http://farm4.staticflickr.com/3655/5712561228_7b60aa6b71_z.jpg" alt="" width="461" height="307" /><p class="wp-caption-text">Losari, Balla I Rate (photo by erwin rustam)</p></div>
<p>Tiba di Makassar bukannya mengeluh keletihan akibat perjalanan jauh malah membuat kami semakin kehausan untuk menjelajahi daerah wisata dengan jalur yang lain yang tak kalah menariknya pada liburan berikutnya.</p>
<p><em>Pada postingan berikutnya saya akan mengangkat salah satu Rute Favorit lainnya, yaitu Makassar &#8211; Takalar &#8211; Jeneponto &#8211; Bulukumba &#8211; Sinjai &#8211; Bone &#8211; Barru &#8211; Maros &#8211; Makassar.</em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 256px"><img class="     " title="Barongsai" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/208497_1796526686338_1634863774_1813175_8322160_n.jpg" alt="" width="246" height="362" /><p class="wp-caption-text">Cap Go meh, Disamping budaya lokal di Makassar terdapat budaya Cina yang dibawa oleh warga indonesia keturunan Cina, cap Go meh nama Festival yang setiap tahunnya dilakukan di Jalan Sulawesi.</p></div>
<p><em>Serta postingan tentang budaya dunia yang ada di Makassar dan Sekitarnya, seperti Cap Goh meh, Maudu Lompoa (Maulid Nabi) dan beberapa budaya lainnya. </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan semua postingan tentang Visit Sulawesi Selatan akan di rangkum pada halaman <a href="http://jejakdiri.com/visit-south-sulawesi/">ini</a>. http://jejakdiri.com/visit-south-sulawesi/</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Strategi Pengembangan Wisata.</strong></p>
<p><strong>Promosi wisata dengan jargon &#8220;visit south sulawesi&#8221;</strong> lebih di intensifkan di dunia maya, terutama melalui website <a href="http://southsulawesitourism.com/">southsulawesitourism.com</a> serta mencantumkan schedule upacara adat, pementasan kesenian dan yang banyak berhubungan dengan aktivitas yang berhubungan dengan semua jenis wisata. Biasanya turis asing atau domestik selalu mencari informasi melalui internet untuk rencana tur mereka.</p>
<p><strong>Menggandeng komunitas blogger dan photographer</strong> bersama sama mempromosikan keindahan Sulawesi Selatan secara tulisan dan visual, hal ini untuk menarik turis domestik Asing. Untuk menarik turis Asing ke Sulawesi Selatan yang diperlukan adalah content media dalam dunia maya atau media online yang berbahasa Inggris. Sehingga diperlukan para penulis yang mampu membuat tulisan dalam bahasa Inggris. Kegiatan tersebut dapat kita beri nama sebagai &#8220;Travelling Photography&#8221; dan &#8220;Travelling Blogging&#8221;.</p>
<p>Kemudian setelah semua media promosi terpenuhi, maka <strong>pembangunan infrastruktur menuju ke tempat wisata, serta renovasi situs situs bersejarah</strong> sangat dibutuhkan sebagai satu tanda kesiapan kita menyambut para tamu yang datang dari jauh dan kita hargai itu datang ke rumah kita, dan mereka akan merasakan kenyamanan yang sama dengan apa yang kita promosikan.</p>
<p><strong>Soft Skill tourism Management</strong> juga diperlukan disini untuk mengintegrasikan semua spot spot wisata seperti Diving Spot, Natural tourism Spot dan lain lain, hal ini bisa dibantu diintegrasikan juga dengan Sistem Informasi Geografis khusus untuk semua daerah wisata yang ada di Sulawesi Selatan. Yang hasil akhirnya nanti bisa berupa brosur wisata, pamflet dan terutama untuk turis mancanegara diperlukan website dalam bahasa Inggris yang interaktif yang mampu menjangkau mereka dan membuatnya tertarik untuk datang kerumah kita. Untuk kemampuan ini perlu juga bagi pelaku dan penentu kebijakan diberikan training oleh lembaga pemerintahan atau non pemerintahan yang kompeten untuk meningkatkan kemampuan managemen pada bidang Soft Skill Tourism.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 471px"><img title="jalan layang" src="http://farm4.staticflickr.com/3086/5712011797_b4b247a2c8_z.jpg" alt="" width="461" height="307" /><p class="wp-caption-text">Fly over, Kilo 4 Pettarani (Photo by Erwin Rustam)</p></div>
<p>Yang tidak kalah pentingnya adalah <strong>memberikan kesadaran kepada generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat agar memperhatikan lingkungan sekitar dan menjaga Cagar budaya</strong>, bisa dengan cara memasang tanda tanda yang mudah dibaca ataukah regulasi yang ketat kepada segenap lapisan masyarakat agar memelihara lingkungan dan cagar budaya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " title="lestarikan" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/182064_186307568075890_100000899455066_437356_170441_n.jpg" alt="" width="432" height="288" /><p class="wp-caption-text">Mari kita lestarikan Cagar budaya. Kiri ke Kanan rany, Alya, Resti &amp; Gita  (photo by Erwin)</p></div>
<p>Terobosan pemerintah Sulsel dengan menggandeng pelaku media professional dan komunitas Blogger untuk menggali potensi Wisata terpendam dan yang sudah dikenal memberikan angin segar bagi pariwisata Sulsel untuk lebih dikenal luas dan mudah ditemukan dijagat maya. Semoga akan terus berlanjut..</p>
<p>Salam Traveller..</p>
<p>Erwin Rustam,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa Link referensi pariwisata penting:</p>
<p><a href="http://wisata.makassarkota.go.id/">http://wisata.makassarkota.go.id</a></p>
<p><a href="http://southsulawesitourism.com/">http://southsulawesitourism.com/</a></p>
<p><a href="http://www.sulsel.go.id/">http://www.sulsel.go.id</a></p>
<p><a href="http://www.celebes-tourism.com/">http://www.celebes-tourism.com/</a></p>
<p><a href="http://sulsel.bps.go.id/brs/9/pariwisata-dan-transportasi">http://sulsel.bps.go.id/brs/9/pariwisata-dan-transportasi</a></p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fwisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fwisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck%2F&amp;text=Wisata+dari+pesisir+Makassar+menuju+Toraja+hingga+ke+kawasan+pegunungan+Verbeck&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Wisata dari pesisir Makassar menuju Toraja hingga ke kawasan pegunungan Verbeck&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/04/wisata-dari-pesisir-makassar-menuju-toraja-hingga-ke-kawasan-pegunungan-verbeck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menata kembali benang yang kusut</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 06:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Benang Kusut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=1157</guid>
		<description><![CDATA[menata Hidup itu ibarat menyusun kembali benang yang kusut. ketika benang menjadi kusut setelah dipakai, maka hidup menjadi semrawut sehingga kita perlu mengurainya kembali dan menggulungnya secara perlahan.. Dalam hidup yang dibutuhkan adalah proses mengurai itu, bagaimanakah proses mengurai yang &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 372px"><img class=" " title="whidi" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/6176_1134289690827_1634863774_354282_7323179_n.jpg" alt="" width="362" height="272" /><p class="wp-caption-text">meditasi (Photo by erwin)</p></div>
<p>menata Hidup itu ibarat menyusun kembali benang yang kusut. ketika benang menjadi kusut setelah dipakai, maka hidup menjadi semrawut sehingga kita perlu mengurainya kembali dan menggulungnya secara perlahan..</p>
<p>Dalam hidup yang dibutuhkan adalah proses mengurai itu, bagaimanakah proses mengurai yang baik sehingga semua garis garis benang hidup itu terlihat jelas dan mudah untuk digulung?</p>
<p>Senjata utamanya adalah kesabaran. Telah banyak kita dapati akibat buruk dari ketidaksabaran dalam mengurai benang kusut, alih alih menjadi baik malah akan semakin membuatnya kacau.<span id="more-1157"></span></p>
<p>Kita mencoba mengibarat benang kusut sebagai masalah-masalah hidup. Terkadang masalah hidup datang silih berganti yang sebenarnya berasal dari perilaku negatif kita sendiri atau memang dia datang berupa cobaan. apakah itu cobaan hidup atau hasil dari tingkah kita yang jelas masalah yang timbul tersebut akan menjadi mimpi buruk bagi kita, terutama ketika kita tak mampu menyelesaikannya, sehingga masalah akan timbul dan timbul lagi tak berhenti, inilah yang bisa dikatakan sebagai benang yang kusut.</p>
<p>Ketika seseorang tak mampu mengurai dan mencoba menyelesaikan kembali apa yang telah dimulai tersebut, maka akan semakin semrawutlah masalah itu hingga bahkan tak terselesaikan dan muncul masalah yang baru lagi.</p>
<p>Tidak sedikit orang ketika dihadapi berbagai problematika hidup mereka akan melarikan diri keobatobat terlarang, minuman beralkohol bahkan membenamkan diri pada kegiatan kegiatan yang terlarang. Dan pada akhirnya tak mampu keluar dari masalah masalah yang menerpa, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan.</p>
<p>Sedapat mungkin ketika kita menghadapi suatu masalah, baiknya kita mencoba mengurainya dengan sabar, karena sabar dan tidak tergesa gesa akan mencerahkan akal yang terselimuti oleh emosional dan sejenisnya. Sehingga dengan ketenangan dan akal akan membawa kita pada penyelesaian masalah yang terbaik.</p>
<p>Salah satu jalan yang akan mengantarkan kita pada ketenangan itu adalah Tafakkur dan meditasi, kedua hal ini merupakan warisan tertua dan sangat mampu mengantar kita pada penyelesaian masalah. Tafakkur dan meditasi selalu menarik kita menuju kedalam diri pada satu titik, sehingga dengannya benang itu akan terurai dan dengan mudah kita bisa menatanya kembali satu demi satu.</p>
<p>Namun seberapa semrawutnya masalah hidup kita, semuanya dapat teratasi dengan izin-Nya jika kita mau bersungguh sungguh sembari berserah diri pada-Nya..<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Erwin</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fmenata-kembali-benang-kusut%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F04%2Fmenata-kembali-benang-kusut%2F&amp;text=Menata+kembali+benang+yang+kusut&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Menata kembali benang yang kusut&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/04/menata-kembali-benang-kusut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Komunitas Pencerah</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 11:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lomba Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Makes]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[PESTA KOMUNITAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Suatu komunitas ibaratkan sebuah wadah bagi kita untuk menambah wawasan dan  mengasah kemampuan dalam bidang apapun yang bersesuaian dengan keinginan  dan kebutuhan kita, untuk apa masuk kedalam lingkungan komunitas tersebut. Sebagai seorang yang merasakan betul manfaat dari bergabung dalam sebuah &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> ibaratkan sebuah wadah bagi kita untuk menambah wawasan dan  mengasah kemampuan dalam bidang apapun yang bersesuaian dengan keinginan  dan kebutuhan kita, untuk apa masuk kedalam lingkungan <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> tersebut. Sebagai seorang yang merasakan betul manfaat dari bergabung dalam sebuah <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a>, maka saya akan memberikan penjelasan sedikit tentang beberapa komunitas yang mencerahkan dan saya tergabung didalamnya yaitu SMC, Serambi Masjid (Prima&amp;Makes), dan Anging Mammiri.<span id="more-1048"></span></p>
<p><strong>SMC</strong><em>, Solidarity Meeting Club</em></p>
<p><a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a> sosialita solidaritas yang anggotanya terdiri dari berbagai macam etnik, agama dan suku, bahkan ada pula yang berasal dari luar negri. Saya bergabung kedalam <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> ini pada sekitar tahun 1997. Suatu komunitas awal yang memacu kami untuk memperdalam kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, terutama pada English speaking.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class=" " title="eating and meeting" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/269735_1943871969878_1634863774_2022890_7365301_n.jpg" alt="" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">eating and meeting</p></div>
<p>Dulunya konsep meeting yang kami lakukan dari pintu ke pintu (door to door), dimana semua member setiap minggunya bergiliran untuk menjadi tuan rumah Solidarity meeting club, Karena saat tergabung saya terhitung sebagai mahasiswa semester satu maka tak ada kesempatan bagi saya untuk jadi tuan rumah, semua di ambil oleh yang senior atau yang berkeluarga, yang artinya saya cukup datang dan sediakan perut saja tinggal makan sana dan makan sini kemudian belajar bercuap cuap dalam bahasa Inggris dari siang hingga malam <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Namun saat ini lebih modern lagi bukan dari rumah ke rumah tetapi dari restaurant satu ke restaurant yang lain.. sedikit mahal tapi lumayan simple dan tidak merepotkan untuk orang orang sibuk seperti mereka.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class=" " title="cheers" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/270251_1943870089831_1634863774_2022883_5299369_n.jpg" alt="" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">Cheers..!!</p></div>
<p>Bahkan kadang kami pergi berwisata bersama ke Malino atau ke tempat tempat yang indah lainnya seperti Bantimurung hanya sekedar mencari penyegaran dari segala rutinitas dan kepenatan. Kami beri nama (Fresh Air Meeting) atau dalam bahasa planetnya &#8220;pertemuan di udara segar&#8221;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><img title="malino" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/250753_1889843699205_1634863774_1947931_1738428_n.jpg" alt="" width="604" height="389" /><p class="wp-caption-text">once upon a time in Malino</p></div>
<p>Demikianlah, <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> ini menjanjikan keceriaan yang luar biasa meriah. Dengan berbagai macam keunikannya masing masing.. <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kegiatan yang biasanya rutin para sahabat lakukan adalah belajar Toefl bareng, kegiatan ini pulalah yang mengantarkan banyak dari sahabat disini mampu mendapatkan beasiswa keluar negri. Salut buat kawan kawan yang telah berhasil menjejakkan kakinya di negri negri yang jauh untuk kerja dan belajar, tempat dimana sebagian besar kami belum mampu menjajakinya. Satu kesan yang luarbiasa di <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a> ini adalah kesan Solidarity yang kental dan hangat. Hanya saat ini karena faktor kesibukan dan mungkin juga usia membuat komunitas SMC slow down untuk sementara waktu.</p>
<p><strong>PRIMA &amp; MAKES, </strong><em><a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a> Serambi Masjid</em></p>
<p>PRIMA, merupakan semua <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> remaja masjid yang murni yang bertempat di Masjid Al Markaz Al Islami. dulunya memiliki segudang aktivitas yang mencerahkan, sebut saja satu kegiatan dimana saya menjadi ketua panitianya &#8220;Program Pengembangan Diri&#8221;. Proses pencerahan dan pembangunan karakter yang lebih islami dimulai dari sini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 586px"><img class=" " title="al Markaz Al Islami" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/228608_1877806038271_2517087_n.jpg" alt="" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">al Markaz Al Islami (Photo by Erwin)</p></div>
<p>dan MAKES, berawal pada suatu siang sekitar tahun 1998 seperti biasa sepulang dari kuliah aku pasti singgah diperpustakaan Al Markaz untuk sekedar melepas lelah atau membaca buku-buku yang menarik di lantai dasar. Perpustakaan itu menjadi persinggahanku jika mata kuliah hanya satu atau dua saja dan bisa pulang setelah jam 12 siang. Rumahku tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh dari Al Markaz, dulu dari Kampus Unhas saya harus nyambung dua kali naik Angkot untuk tiba dirumah, dan tempat sambung angkotnya di Al Markaz inilah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class=" " title="diskusi" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/226833_1874235469009_1634863774_1926165_3892359_n.jpg" alt="" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">berdiskusi (Photo by Erwin)</p></div>
<p>Untuk mengisi waktu menunggu sore saya mencoba ikut organisasi Pemuda dan Remaja Masjid Al Markaz agar dapat menambah sahabat dan teman diskusi. Kemudian beberapa bulan setelah itu saya melihat ada beberapa orang duduk melingkar dan berdiskusi, saya pikir ini sebuah kajian keagamaan seperti yang ada di Kampus yang biasa saya lihat, namun setelah mendekat ternyata bahasa mereka berbeda, English..!!. Hmm.. menarik juga pikirku dan akhirnya kuputuskan untuk bergabung dan mulai berdiskusi sepatah dua patah kata. Topik topik yang diangkat sebagian besar adalah topik yang hangat, berat dan menambah wawasan, bukan hanya sekedar Speak In English tetapi lebih banyak pada Thinking in English.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 593px"><img class="  " title="srikandi" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/226833_1874235389007_1634863774_1926163_3254885_n.jpg" alt="" width="583" height="389" /><p class="wp-caption-text">Para pelajar (Photo by Erwin)</p></div>
<p>Dan ditahun 2012 ini juga ada 6 orang sahabat MAKES yang akan berangkat melanjutkan study ke Autralia melalui beasiswa ADS dan 1 orang yang akan berangkat ke Jepang dengan beasiswa pula. Ada yang yang melanjukan ke study S2 dan adapula yang akan melanjutkan study s3nya. Dan berikutnya akan banyak yang menyusul lagi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class=" " title="The Books" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/229451_1874241029148_1634863774_1926175_437490_n.jpg" alt="" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">Atalase buku di Serambi Masjid (Photo by Erwin)</p></div>
<p><strong>ANGINGMAMMIRI</strong>, <em><a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a> Blogger Makassar</em></p>
<p>Senang rasanya bisa gabung dalam <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">kumunitas</a> yg super hangat ini. Ketika jauh dari kampung halaman (Makassar) dimana tak ada komunitas daerah yang lainnya yang bisa saya ikuti, maka <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas </a>Angingmammiri inilah yang menjadi pengobat rindu. Komunikasi yang intensive melalui milist, twitter dan media <a href="http://blogdetik.com/">blog</a> membuat kami menjadi demikian akrab, walau sebagian besar anggota belum bisa bertemu langsung. Passion dalam menulis yang menjadi cita cita saya di <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> ini menjadi lebih terangkat dan meroket. Ntah karena<a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/"> komunitas</a>nya yang saling menyemangati dalam memproduksi sebuah tulisan ataukah karena memang ini adalah sebuah <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> <a href="http://blogdetik.com/">blog</a>ger yang memang sebuah komunitas para penulis lepas. but Anyway &#8220;that&#8217;s raise my passion to write up&#8221;.</p>
<p>Saya mulai benar benar aktif pada <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> Anging mammiri saat itu. ceritanya bermula setibanya saya dari bandara International Sultan Hasanuddin pulang untuk berlibur selama bekerja beberapa bulan di Saudi Arabia dan pagi itu melihat di Milist Blogger Makassar bahwa sebentar malam sahabat saya Uci (dari <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a> SMC, Solidarity Meeting Club) yang baru pulang study di negri Belanda diundang untuk menjadi pembicara pada acara <a href="http://angingmammiri.org/mengejar-ilmu-ke-negeri-impian/">Tudang Sipulung</a> Anging Mammiri dengan judul &#8220;<em><a href="http://angingmammiri.org/mengejar-ilmu-ke-negeri-impian/">mengejar ilmu ke negeri impian</a></em>&#8220;. pikirku kesempatan sekalian bersilaturahmi dengan beliau beserta dengan sahabat sahabat di Anging Mammiri dan ternyata kami berjumpa kembali di Sini, pada <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> yang sangat cocok untuk saya yang berada jauh dari Kampung halaman..&#8221;what a coincidence&#8221; sungguh suatu kebetulan rancang <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 593px"><img class="  " src="http://angingmammiri.org/wp-content/uploads/2011/01/166138_1561955684134_1092589316_31230441_183365_n.jpg" alt="" width="583" height="437" /><p class="wp-caption-text">Tudang Sipulung (Photo by Daeng Oprek)</p></div>
<p>Ibaratkan sebuah kopi hangat, sebuah <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> adalah gula yang membuat manis hidup ini dengan berbagai kisah kasih, suka dan duka. Dari sekian manfaat positif atau negatif dari ber<a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a>, manfaat positifnyalah yang lebih besar. Intinya masuk saja ke sebuah <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> yang bersesuaian dengan kebutuhan kita yaitu sebuah <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> yang mempunyai sisi positif yang banyak dan unggul demi menambah wawasan dan ilmu untuk bisa bersaing di dunia global ini. Salah satu contoh sahabat yang berdomisili di surabaya bisa bergabung pada <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas Detik Surabaya</a> (DSC) dan atau juga pada <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">komunitas</a> <a href="http://blogdetik.com/">blog</a>ger didaerah masing masing seperti Komunitas <a href="http://blogdetik.com/">Blog</a>ger Depok, Bogor, Maluku dan lain lain.</p>
<p>Salam <a href="http://dbloggersuroboyo.blogdetik.com/">Komunitas</a>.. dan tetap semangat !</p>
<p>Erwin.</p>
<p>&nbsp;</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Faku-dan-komunitas-pencerah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Faku-dan-komunitas-pencerah%2F&amp;text=Aku+dan+Komunitas+Pencerah&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Aku dan Komunitas Pencerah&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/03/aku-dan-komunitas-pencerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raindrops in Tandai</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 05:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[The Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[After finished lunch this afternoon in dining room, I couldn&#8217;t go to the field office caused of the rain comes and couldn&#8217;t stop. So I took my LG mobile phone camera (Schneider &#8211; Kreuznach ) with 5 MP resolution then &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_967" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a href="http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/orsay/" rel="attachment wp-att-967"><img class=" wp-image-967    " title="rain in Tandai" src="http://jejakdiri.com/wp-content/uploads/2012/03/120216_133440.jpg" alt="" width="620" height="464" /></a><p class="wp-caption-text">The rain in Tandai</p></div>
<p>After finished lunch this afternoon in dining room, I couldn&#8217;t go to the field office caused of the rain comes and couldn&#8217;t stop. So I took my LG mobile phone camera (Schneider &#8211; Kreuznach ) with 5 MP resolution then pick up some sceneries.<span id="more-966"></span></p>
<div id="attachment_970" class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><a href="http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/orsay-2/" rel="attachment wp-att-970"><img class=" wp-image-970 " title="whidi and BB" src="http://jejakdiri.com/wp-content/uploads/2012/03/120216_135343-1024x768.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a><p class="wp-caption-text">enjoying the scenery</p></div>
<p>I realise it now, even I couldn&#8217;t go to the field office faster that time but that&#8217;s the time for me to enjoy the nature.. <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>And also my friend Widhi didn&#8217;t want to loss this moment, in front of the raindrops he still continued connecting to his family through his old style Blackberry.</p>
<p>Regards, Erwin</p>
<p>&nbsp;</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Fraindrops-in-tandai%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Fraindrops-in-tandai%2F&amp;text=Raindrops+in+Tandai&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Raindrops in Tandai&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/03/raindrops-in-tandai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah..</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 14:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelahiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini (26/03/12) dapat kabar baik.. hanya bisa berucap &#8221; Alhamdulillah&#8221; .. Semoga diridhoi-Nya. diberi keselamatan sehat wal Afiat.. Amin.. Kemarin (29/03/12) keinginan untuk membaca Qur&#8217;an demikian besar, sampai sampai saya meminjam Al Qur&#8217;an milik teman untuk saya baca, kebetulan &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini (26/03/12) dapat kabar baik..</p>
<p>hanya bisa berucap <strong>&#8221; Alhamdulillah&#8221;</strong> .. Semoga diridhoi-Nya. diberi keselamatan sehat wal Afiat.. Amin..</p>
<p>Kemarin (29/03/12) keinginan untuk membaca Qur&#8217;an demikian besar, sampai sampai saya meminjam Al Qur&#8217;an milik teman untuk saya baca, kebetulan beberapa trip ini selalu lupa memasukkan Al Qur&#8217;an kedalam tas travel saya. Dan baru sadar pula jika kemarin malam itu adalah malam jum&#8217;at. Lalu ketika ingin membacanya, tiba tiba saja al Qur&#8217;an terbuka dan menunjukkan surah As &#8211; Sajdah. Kemudian aku membacanya dari ayat 1 ke ayat 15 karena di ayat ke 15 ada tanda sujud, maka aku sujud pula. Sepertinya ini ayat yang berhubungan dengan apa yang sedang kami alami saat ini, untuk memenuhi rasa penasaran maka aku membaca pula terjemahannya. Berikut bunyi ayat tersebut ;<span id="more-954"></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Surah As-Sajdah ayat 1-15</strong></p>
<p>الم</p>
<p>1. Alif Laam Miim</p>
<p>تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ</p>
<p>2. Turunnya Al-Quraan yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.</p>
<p>أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْماً مَّا أَتَاهُم</p>
<p>مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ</p>
<p>3. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: &#8220;Dia Muhammad mengada-adakannya.&#8221; Sebenarnya Al-Quraan itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.</p>
<p>اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ</p>
<p>ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ</p>
<p>أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ</p>
<p>4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas &#8216;Arsy [1189]. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa&#8217;at [1190]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?</p>
<p>يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ</p>
<p>مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ</p>
<p>5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu</p>
<p>ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ</p>
<p>6. Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.</p>
<p>الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ</p>
<p>7. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.</p>
<p>ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاء مَّهِينٍ</p>
<p>8. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.</p>
<p>ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ</p>
<p>وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ</p>
<p>9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.</p>
<p>وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُم</p>
<p>بِلِقَاء رَبِّهِمْ كَافِرُونَ</p>
<p>10. Dan mereka berkata: &#8220;Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?&#8221; Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.</p>
<p>قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ</p>
<p>تُرْجَعُونَ</p>
<p>11. Katakanlah: &#8220;Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.&#8221;</p>
<p>وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُؤُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا</p>
<p>وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحاً إِنَّا مُوقِنُونَ</p>
<p>12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.&#8221;</p>
<p>فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ</p>
<p>الْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ</p>
<p>14. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.</p>
<p>إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً وَسَبَّحُوا</p>
<p>بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ</p>
<p>15. Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (sumber ayat: <a href="http://www.islam2u.net/">islam2u.net</a>)</p>
<p>&#8230;. Maha benar Allah dengan Segala Firman-Nya. Kemudian Sujud dan berdoa.</p>
<p>Ternyata dalam ayat ayat tersebut  mememuat keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia. Tentang keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad, Serta anjuran untuk melaksanakan sholat malam.</p>
<p>Subhanallah&#8230;., Semoga Allah menyempurnakan amal amal kita, dan menjadikan kita sebagai hamba yang didekatkan kepadaNya. Amin.</p>
<p>Salam, Erwin</p>
<p>&nbsp;</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Falhamdulillah%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Falhamdulillah%2F&amp;text=Alhamdulillah..&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Alhamdulillah..&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/03/alhamdulillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>love at the first sight</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 13:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[from houzz to pinterest .. just opened pinterest site then in the first time I saw this, and I like it. so I just mention it as love at the first sight.. I like the silence of this moment, everything seems tidy and well &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="nice moment" src="http://media-cache9.pinterest.com/upload/72550243967246663_iLauA9YV_f.jpg" alt="" width="500" height="625" /></p>
<p style="text-align: center;">from <a href="http://www.houzz.com">houzz</a> to <a href="http://pinterest.com/pin/72550243967246663/">pinterest</a> ..</p>
<p>just opened pinterest site then in the first time I saw this, and I like it. so I just mention it as love at the first sight.. <img src='http://jejakdiri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>I like the silence of this moment, everything seems tidy and well arranged. Make feeling be comfort and calm to sit and sleep.</p>
<p>Regards, Erwin</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Flove-at-the-first-sight%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Flove-at-the-first-sight%2F&amp;text=love+at+the+first+sight&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=love at the first sight&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/03/love-at-the-first-sight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan laju kerja dengan kekuatan &#8220;Kepepet&#8221;</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 03:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kepepet]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini disela-sela menikmati kopi susu hangat dan melihat ada beberapa pekerjaan yang sepertinya harus diperhatikan lebih serius, walaupun sudah banyak yang terselesaikan namun banyak juga yang belum apalagi ketika kita menghadapi jenis pekerjaan baru yang berarti tantangan baru dan &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 284px"><img class="     " title="coffee" src="http://desktop.freewallpaper4.me/view/original/5555/morning-coffee.jpg" alt="" width="274" height="171" /><p class="wp-caption-text">coffee morning</p></div>
<p>Pagi ini disela-sela menikmati kopi susu hangat dan melihat ada beberapa pekerjaan yang sepertinya harus diperhatikan lebih serius, walaupun sudah banyak yang terselesaikan namun banyak juga yang belum apalagi ketika kita menghadapi jenis pekerjaan baru yang berarti tantangan baru dan kita harus beradaptasi lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignright" style="line-height: 24px; border-style: initial; border-color: initial; font-size: 16px;" title="hard work" src="http://img.wikinut.com/img/q-w_xarslls-ln7e/jpeg/0/hard-work.jpeg" alt="" width="163" height="164" /></p>
<p>Kemandekan kreatifitas kadang menyelimuti kita dalam berpacu menyelesaikan tugas tugas yang telah dibebankan. Ada banyak faktor yang menyebabkan kreatisfitas menjadi mandek, yang paling utama disebabkan oleh kemalasan kita sendiri dan terlalu berleha-leha melakukan kegiatan yang bukan utama.</p>
<p><span id="more-784"></span></p>
<div class="mceTemp"></div>
<p>Namun sebagai penyemangat, mari kita mencoba mempelajari beberapa kiat yang perlu diperhatikan ketika semangat kerja menurun dan serasa semua yang kita lakukan seperti melambat, Ini juga berasal dari pengalaman pribadi penulis dalam dunia kerja yang selalu memacu kita untuk menyelesaikan tugas lebih cepat dan tepat, Hal hal yang perlu kita lakukan adalah :</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><img title="semangat" src="http://jeffhirz.files.wordpress.com/2012/02/hard-work.gif" alt="" width="297" height="319" /><p class="wp-caption-text">semangat</p></div>
<p>1. Tentukan target dan prioritas lebih detail.</p>
<p>2. Lakukan pekerjaan satu persatu.</p>
<p>3. fokus menyelesaikan satu pekerjaan dan beralih ke pekerjaan berikutnya</p>
<p>4. Konsisten, selagi mood stabil tetaplah bergerak menyelesaikannya.</p>
<p>5. Berkorbanlah untuk menyelesaikan pekerjaan itu, berkorban untuk mendahulukan yang utama dan meninggalkan yang tidak urgent untuk sementara waktu.</p>
<p>6. Istirahat sejenak lalu lanjut lagi.</p>
<p>7. Enjoy your time</p>
<p>Draft sederhananya seperti yang saya sebutkan diatas. Yang terpenting seperti yang saya sebutkan dipoint pertama dalam merencanakan sebuah tugas adalah menentukan target, apa yang harus dikerjakan hari ini, dan kapan harus selesai. Dengan menentukan target pekerjaan membuat kita menjadi lebih fokus, hal ini sama halnya dengan menentukan prioritas pekerjaan apa yang penting untuk cepat diselesaikan. Jika tak ada yang benar benar penting, maka yang harus dilakukan adalah menentukan skala prioritas.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 624px"><img class="  " title="smart" src="http://cache.gawkerassets.com/assets/images/4/2011/11/ec764efe476a31a68902bacf4617b2c1.jpg" alt="" width="614" height="346" /><p class="wp-caption-text">smart work</p></div>
<p>Transformasi <em>the power of kepepet</em>. terkadang jika kita dalam keadaan kepepet atau injuri time istilah sepakbolanya pekerjaan apapun didepan mata akan dengan cepat terselesaikan. atau dalam aktifitas kampus sering kita mendengar SKS (Sistem kebut semalam) ketika besok ada ujian dimana hari hari sebelumnya tidak pernah sedikitpun belajar mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian, walau tak efektif tetapi dalam keadaan seperti kedua kondisi diatas akan membuat kita terpacu untuk menyelesaikan tugas atau belajar yang keras. Nah sekali lagi Kepepet atau SKS bisa kita transformasikan kedalam aktifitas pekerjaan kita dengan cara membuat target selesai lebih banyak, seperti hari ini akan selesai pekerjaan ini, besok itu dan seterusnya, jadi boleh dibilang setiap hari kita bisa kepepet atau SKS sehingga pekerjaan juga akan dapat selesai dengan cepat dan ketepatannya bisa direview berikutnya ketika waktu luang semakin besar dan kesempatan untuk mereview pekerjaan juga semakin besar.</p>
<p>Ini sebagai penyemangat saja untuk kita bersama agar tetap bertahan dan semangat dalam menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang semakin menumpuk.</p>
<p>Siap, lanjut kerja lagi..</p>
<p>Erwin</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Fmeningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F03%2Fmeningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet%2F&amp;text=Meningkatkan+laju+kerja+dengan+kekuatan+%E2%80%9CKepepet%E2%80%9D&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=Meningkatkan laju kerja dengan kekuatan “Kepepet”&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/03/meningkatkan-laju-kerja-dengan-kekuatan-kepepet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MALCOLM X</title>
		<link>http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/</link>
		<comments>http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 15:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejakdiri.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari kematian Malcom X. Saya baru tahu juga ketika membuka Facebook dan melihat update status dari penyanyi Muslim Maher Zain seperti ini &#8220; Today marks the anniversary of the martyrdom of El Hajj Malik Shabazz (Malcolm X) May &#8230; <a href="http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari kematian Malcom X. Saya baru tahu juga ketika membuka Facebook dan melihat update status dari penyanyi Muslim Maher Zain seperti ini <em>&#8220; Today marks the anniversary of the martyrdom of El Hajj Malik Shabazz (Malcolm X) May 19, 1925 &#8211; Feb. 21, 1965. Malcolm X was a man who showed that a person can rise above the challenges and obstacles of poverty, ignorance and discrimination to make a difference in this world. A true inspiration and hero, RIP Malcolm X&#8221;.<span id="more-838"></span></em></p>
<p>*underconstuction..</p>

				<!-- Social Sharing Toolkit v2.0.4 | http://www.marijnrongen.com/wordpress-plugins/social_sharing_toolkit/ -->
				<div class="mr_social_sharing_wrapper"><span class="mr_social_sharing"><iframe src="https://www.facebook.com/plugins/like.php?locale=en_US&amp;href=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F02%2Fmalcom-x%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=false&amp;width=51px&amp;height=24px" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:51px; height:24px;" allowTransparency="true"></iframe></span><span class="mr_social_sharing"><div id="fb-root"></div><fb:send href="http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/" font=""></fb:send></span><span class="mr_social_sharing"><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fjejakdiri.com%2F2012%2F02%2Fmalcom-x%2F&amp;text=MALCOLM+X&amp;via=erwinrumi" target="_blank" class="mr_social_sharing_popup_link"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/twitter.png" alt="Share on Twitter" title="Share on Twitter"/></a></span><span class="mr_social_sharing"><a href="mailto:?subject=MALCOLM X&amp;body=http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/"><img src="http://jejakdiri.com/wp-content/plugins/social-sharing-toolkit/images/buttons/email.png" alt="Share via email" title="Share via email"/></a></span></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejakdiri.com/2012/02/malcom-x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

