Memakmurkan Masjid

Setelah sahur pada puasa ke Sepuluh Ramadhan ini saya berwhudu kemudian mengambil perlengkapan sholat untuk sholat subuh di Masjid Kompleks dekat Rumah.

Sejuk subuh itu, pandangan mata walau gelap tetapi segar. Keluar dari rumah tiba-tiba pak Satpam yang biasanya menjaga rumah atau lebih tepatnya asrama kantor ini berganti waktu jaga dan akan kembali kerumahnya. 

“Ayok pak Numpang sama saya ke Masjid” katanya. “oke pak”. Setelah saya tanya rumahnya dimana, apakah melewati Masjid Raya kota Bengkulu, jawabnya “iyya”. Jadi saya memintanya untuk mengantar langsung saja kesana.

Masjid yang besar, terlihat bangungan yang sementara dibangun 3 tahun yang lalu saya ketempat ini sudah jadi, nampak indah dan bersih. Memasuki Masjid saya langsung sholat sunnat dua rakaat, kemudian sholat wajib subuh. Setelah doa kami pun salam salaman diiringi salawat, tradisi ini hanya saya jumpai di Indonesia tak pernah sekalipun saya menemukan yang seperti ini ketika masih bekerja di Saudi Arabia. Lalu dilanjutkan dengan ceramah subuh yang judul ceramahnya “Memakmurkan Masjid“.

ceramah ba'da subuh di Masjid Raya Baitul Izzah (koleksi pribadi)

Penceramah banyak mendefenisikan tentang maksud dari kata memakmurkan masjid, mulai dari membangunnya, menghidupkan aktifitas di masjid dan lain-lain. Materi ini kita bisa dapatkan dari sumber literatur Islam, mencarinya melalui internet juga bisa kita lakukan. Tetapi saya ingin memberikan oleh oleh kepada sahabat traveler sekalian, ada doa untuk Masuk dan keluar Masjid seperti yang disampaikan oleh penceramah disubuh hari ini, sebagai berikut :

Doa Masuk Masjid

اللهم افتح لي أبواب رحـمتك

Allohummaftahlii abwaa ba rohmatik

“Ya Allah, bukakanlah untuku pintu-pintu rahamat-Mu” (H.R. Muslim)

Doa Keluar Masjid

اللهم إنـي أسألك من فضلك

Allohumma innii as aluka min fadhlik.

”Yaa Allah aku mohon kepada-Mu akan karunia-Mu.” (H.R. Muslim, Abu Dau dan Nasai)

Atau, kalimat..

وافـتح لـي أبـواب فضلك

waf tahlii abwaaba fadhlik.

“Dan bukakanlah untukku pintu-pintu karunia-Mu”.

Bapak tua dengan tongkatnya keluarga Masjid (koleksi pribadi)

Tafsiran sederhananya ketika kita masuk masjid kita berharap rahmatNya, agar tercerahkan fikiran dan tersucikan hati. Dan pada saat keluar dari Masjid kita berharap agar Allah melimpahkan kepada kita karuniaNya yang bermanfaat dan berkah..Amin

Masjid Raya Bengkulu "Baitul Izzah" dipagi hari (koleksi pribadi)

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.
(QS. An Nuur, 24 : 36).

Saat keluar dari Masjid saya membaca doa memohon dibukakan pintu karuniaNya dan memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumah sebagai olahraga pagi sambil bertasbih dan menghirup udara pagi yang sejuk. Hari ini indah seperti hari kemarin. Saatnya melanjutkan aktifitas duniawi, berharap aktifitas duniawi ini tidak melenakan.. Amin.

Semoga bermanfaat, Salam Traveler,

Erwin

Share on TwitterShare via email
This entry was posted in Ramadhan, Sumatra and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Memakmurkan Masjid

  1. daengrusle says:

    keren…..

    mesjid itu rumah kita semua, tempat kita mengenal pulang yang sesungguhnya.
    mari mensucikan mesjid, dengan mensucikan diri kita terlebih dahulu dari segala kebencian dan ketidak-adilan, kepada siapapun tanpa memandang sekat mazhab, agama, ras dan kesukuan, dan segala hal atribut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>