Suatu hari di serambi Masjid

Aku berjalan menuju Masjid besar itu, beberapa kumpulan anak muda sedang asyik bercengkerama, ketika dekat pada kumpulan perempuan yang membuat lingkaran kecil kecil mataku tertuju pada satu sosok yang manis yang tak biasanya duduk di serambi itu, dan matanya sekilas menatapku juga, namun dengan cepat kemudian dia berpaling dan melanjutkan diskusinya lagi.

Menanti Hujan reda

Sekumpulan pelajar pemikir, bercengkerama dengan bahasa yang berbeda dan asing. Aku biasanya menjadi bagian dari mereka, menyimak, mencerna dan berkata. Namun kali itu Kopi di Warung Dg Baji punya magnet yang lebih besar sehingga aku hanya melihat dan melintasi outlet outlet buku yang berjejer di sudut pelataran dekat tangga naik kelantai dua.

Di tempat ini di Serambi Masjid, aku menemukannya, satu sosok yang mataku bertemu dengan matanya dan juga hatiku bertemu dengan hatinya, kemudian melihatnya tersenyum, dan menjadi satu dalam kisah asmara yang Indah.

*Kepada Cinta yang kutemui di Serambi Masjid..

Erwin

 

Share on TwitterShare via email
This entry was posted in Makes, Stories and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to Suatu hari di serambi Masjid

  1. iQko says:

    Cie cie, cerita ketemu pasangan yah?

  2. ekoikhyar says:

    ihik…. cerita cinta :) kayak nya kenal ini mesjid dekat Rumah ku hehehehe

  3. Fianhajar says:

    Wah ada kemiripan nih dgn kisahku…. Ayoooo ikutin kisahku yaaaah…. Sy mengenalnya Berawal dri suatu organisasi remaja yg bernaung disebuah bangunan kokoh masjid terkenal dan terbesar di kota makassar. Thn 2002 tepatnya sy bertemu dengannya namun saya belum mengenalnya hiks…. Saat itu ku panggil dia kk begitulah panggilan saya kepadanya sesuai budaya kami disana bahwa orang yg dihormati dan lebih tua seperti itulah panggilannya dengan menambahkan nama orang tersebut misal kk neon(panggilan sayang) sy kepadanya sejak saya mulai mengenalnya,hiks….. ;)

    • erwin says:

      Wahh.. Kisah yang menarik.. :D , semoga bisa langgeng till the end dengan Mr. Neon ya.. Amin. ;)

      Saya juga ingat sering memanggilnya dengan panggilan sayang “Emma” walau itu bukan nama aslinya, tetapi kadang jika terdengar nama itu disebut orang lain, ataukah ada yang agak mirip, maka otomatis akan teringat padanya :)

  4. Fianhajar says:

    Wadduh hp aq langsung error jdi ku tdk bisa lanjutkan.maaf hanya sebatas itu dulu jika ingin membaca kelanjutannya nanti di buatkan sebuah buku cerita aja,hehwhe….. Kalo mau di film kan juga sepertinya bagus tuh.hehehe…. Film remaja kali’hiks…..

    • erwin says:

      Yup.. Kisah yang mengharu biru yang penuh dengan Asmara yang menguatkan memang layak dijadikan Novel atau film.., HPnya erorr mungkin karena terlalu semangat Ade’.. :D

  5. Hmmm…, betapa indahnya menemukan sosok yang mendesirkan dada di serambi masjid, hmmmm……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>