Pada sekitar tahun 1998 di serambi masjid, siang itu seperti biasa sepulang dari kuliah aku pasti singgah diperpustakaan Al Markaz untuk sekedar melepas lelah atau membaca buku-buku yang menarik di lantai dasar. Perpustakaan itu menjadi persinggahanku jika mata kuliah hanya satu atau dua saja dan bisa pulang setelah jam 12 siang. Rumahku tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh dari Al Markaz, dulu dari Kampus Unhas saya harus nyambung dua kali naik Angkot untuk tiba dirumah, dan tempat sambung angkotnya di Al Markaz inilah.

Dari kiri ke kanan Sister Beche, Yukiko & Asniya
Untuk mengisi waktu menunggu sore saya mencoba ikut organisasi Pemuda dan Remaja Masjid Al Markaz agar dapat menambah sahabat dan teman diskusi. Kemudian beberapa bulan setelah itu saya melihat ada beberapa orang duduk melingkar dan berdiskusi, saya pikir ini sebuah kajian keagamaan seperti yang ada di Kampus yang biasa saya lihat, namun setelah mendekat ternyata bahasa mereka berbeda, English..!!. Hmm.. menarik juga pikirku dan akhirnya kuputuskan untuk bergabung dan mulai berdiskusi sepatah dua patah kata, untung juga bagiku karena ditempat ini bukan yang pertama kalinya saya ikut kelompok English Meeting, sebelumnya saya bergabung dalam SMC (Solidarity Meeting Club) sehingga agak mudah memulai berdikusi dalam bahasa Inggris. Namun yang menarik disini adalah diskusi dengan paper yang ditulis oleh anggota meeting ini sendiri, kemudian topik yang diangkat sebagian besar adalah topik yang hangat, berat dan menambah wawasan, bukan hanya sekedar Speak In English tetapi lebih banyak pada Thinking in English.

Arif, Alam, dll
Demikianlah sehingga pada masa kepemimpinan awal brother Idris setiap selasa, kamis dan Sabtu pada lantai dasar di serambi bagian utara masjid saya berusaha menyempatkan diri untuk menjadi peserta dalam English meeting MAKES, bahkan sampai sekarang jika waktu liburan kerja tiba maka saya akan berusaha untuk hadir di serambi masjid itu untuk berdiskusi in English tentang apa saja dengan sahabat sahabat disana.
Satu hal yang tak pernah saya lupa dikomunitas ini adalah diskusi malam minggu yang luar biasa, kami menginap disekretariat, ada batas yang memisahkan antara pria dan wanita, kadang juga beberapa sahabat pulang kerumah karena tidak terlalu jauh dari sekretariat. Dimulai setelah sholat Isya dan berakhir in the middle of the night, setelah sholat subuh lanjut diskusi lagi bahkan dipagi hari setelah menyantap kue seadanya dan teh hangat yang dibuat oleh ibu ibu Darmawanitanya MAKES ada Teh Upi, Sister Tamrah, Salmiah, Halmiah, Rahmah, Nara dan banyak lagi yang lain yang saya tak bisa sebut satu persatu. Salah satu buku yang lumayan lama dibahas adalah buku Tauhid dari Ismail Raji Al Faruqi, saya diberi tugas untuk membahas dan mempresentasikan satu bab tentang Sains dan metafisika. Ada juga ustad Muhammad Hamzah memberikan presentasinya tentang Spiritual Quotient-nya Dana Zohar – Ian Marshal, semuanya bergantian menjadi presenter. kemudian tidak hanya itu kadang diskusi dilanjutkan di tempat parkiran.
Saya ingat pernah berencana membuat sebuah usaha bersama sister Icha, kemudian kami membuatnya dengan nama The Colour Foundation yaitu sebuah yayasan dalam bidang pendidikan untuk anak anak dan UKM, kemudian mengajak mba Nur Ana Sejati yang pada saat itu bekerja di BPK Sulsel untuk memberikan ilmunya atau berupa presentasi sederhana pada kami tentang Ekonomi Akuntansi perusahaan kalau tidak salah, diskusi sederhana itu kami lakukan di perpustakaan Masjid Al Markaz Al Islami. Karena kesibukan masing masing, saya kemudian sibuk dengan urusan menyelesaikan kuliah (Skripsi), Sister Icha sibuk dengan mengajar, sehingga The Colour Foundation mati suri sampai sekarang entah akan bangun kapan lagi.

Menanti hujan reda untuk pulang ke rumah
Malino Camp, Sebelum kesibukan lain juga mendera kami, saya masih ingat suatu ketika bertemu dengan brother Ahmad dalam sebuah acara Outbond di permandian Bili bili dimana saya menjadi Instrukturnya dan brother Ahmad Syam menjadi wartawan yang meliput kegiatan itu. Sepanjang acara kami banyak berdiskusi dan berencana membuat sebuah kelompok Outbond untuk mencerdaskan anak-anak Makassar. Kemudian kami merancangnya dan mengajak Brother Irwan dan Anwar untuk sama sama merancang di Malino.. seperti perjanjian Malino gagasan Pak JK saja ya
, disebuah desa dekat Air terjung yang cukup tinggi, jernih dan deras yang biasa disebut sebagai Bantimurung Lagallang, tempat yang asri, indah dan sejuk. Hingga pada akhirnya kelompok Outbond itu kami beri nama Malino Camp. Kegiatan pertamanya di Gedung Aula Al Markaz Al Islami dengan mengundang bapak Marzukie DEA seorang dosen Ekonomi unhas yang sukses untuk bercerita tentang kisah suksesnya dalam berkarir. Lumayan banyak yang hadir dan para peserta sangat termotivasi dengan acara itu. Tetapi karena kesibukan Bro Anwar, dan Bro Irwan pindah ke Toli-toli, serta saya sibuk dengan dunia kerja yang terus mendera dan menerpa.. dramatis ya.. hehe. Sehingga Malino Camp menjadi sunyi sesuai dengan namanya Malino dalam bahasa bugis makassar berarti Sunyi.
Salah satu foundation yang merupakan the dream Foundation yang digagas oleh dedengkotnya MAKES yaitu Read Foundation, saya sempat ikut mengantarkan ke notaris untuk mendaftarkannya bersama beberapa pendiri, namun sampai saat ini Yayasan yang di impikan itu belum juga bisa berjalan baik, tetapi gagasan gagasannya telah menyebar ke sebagian besar sahabat di MAKES sehingga menjadi seperti anak panah bagi mereka untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.
Ada dua nama yang saya ingat betul dalam tulisan ini, Ahmad Syam dan Nur Ana Sejati. Ternyata pada akhirnya mereka menjadi pasangan yang ideal sampai saat ini, tak disangka tak di reka, bagaikan angin ribut muncul kabar diseantero MAKES kalau Mba Nur Ana Sejati dan Bro Ahmad Syam akan melangsungkan pernikahan.. Subhanallah, sungguh permainan yang cantik dengan perpaduan Makassar Jawa yang pas… hehe. Alhamdulillah mereka hidup bahagia dan dikaruniai anak anak yang lucu
.
Sebagai penyemangat saya akan melist beberapa nama sahabat di MAKES yang telah berhasil mendapatkan Scholarship untuk study ke Luar Negri. Ada lumayan banyak juga sahabat sahabat MAKES yang berhasil mendapatkan Scholarship keluar negeri yang artinya belajar gratis sambil jalan gratis kenegri orang, mari coba kita Absen satu persatu, jika ada yang kurang dan lupa disebut mohon ditambahkan :
1. Bro Udhin (Australia)
2. Teteh Nurvida Raf (Australia-ADS)
3. Bro Yusran Amir (Belanda-STUNED)
4. Bro Rahma Zain (Australia-ADS)
5. Mba Nur Ana Sejati (Australia-ADS)
6. Sister Rahmah Saiyed (Belanda)
7. Sister Thamrah (Jepang)
8. Bro Safri Haliding (Malaysia)
9. Sister Iswanti Sahrul (Malaysia)
10. Bro Zulham (Belanda-NFP)
11. Bro Saipul Rapi (Hawai)
12. Bro Masrul (Australia)
13. Sister Nurdiyanah Syarifuddin (USA)
14. Bro Fajar A (Belanda)
15. Bro Dosen Poltek UNHAS lupa namanya
(Australia)
16. dan lain lain…

Zulham, Subhan, Dll
Dan ditahun 2012 ini juga ada beberapa orang sahabat MAKES yang akan berangkat, tak lupa saya mengucapkan selamat kepada orang orang hebat ini : Nur Ana Sejati yg akan melanjutkan study S3nya Ke Australia, dan yang akan melanjutkan S2 dari program yang sama yaitu ADS Bro Arif Supam Wijaya, Awaluddin Syamsu, Asri Toldo , sister Becche, dan yang lain, serta beberapa lagi yang akan menyusul.
Terima kasih untuk Makes yang membuat kami saling bertemu dan menjadi hebat dibidang masing masing, walaupun pada saat itu impian impian kami belum berhasil, tetapi Insya Allah sekarang saatnya kami akan mewujudkannya.. Amin.
Dan untuk yang belum beruntung, ayo semangat.. dicoba lagi.. Banyak jalan menuju Kesuksesan
Salam hangat,
Erwin
*MAKES : Al Markaz For Khudi Enlightening Studies





Kereen. ‘Alumni’-nya MAKES hebat2 yah …
Alhamdulillah semoga berkah, belajar di serambi masjid.
Waduh, kajian bukunya Danah Zohar? Pingiin, saya juga punya bukunya …
^__^
Alhamdulillah. Amin.. semoga berkah
Iyya Danah Zohar, bisa juga dikaji lagi kalau mau, coba aja di review dulu
keren kak…hari kamis kemaren z datang ke MAKES stlh bbrpa mnggu sblumx sllu tertunda..waw, atmosfir di MAKES sungguh luar biasa..temapt berbagi dan bersilaturarhim.
Selamat bersilaturrahmi dek.., semoga Englishnya menjadi semakin OK ya..
Mantab bro…Lanjutkan semangat belajarnya…
Wahh.. salah satu sesepuhnya muncul nih, harus sering2 turun gunung ke Makassar nih bang
. Semangat..!
Amiinn ka’..
semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua..
oh ya.. mohon izin ya untuk gunakan tulisanx sebagai tambahan data n referensi penelitian sy..dapat data baru nih..terutama nama2 member MAKES yg dapat beasiswa studi keluar negeri..
thanks ya..
Ok sister, silahkan digunakan tulisannya jadi referensi.. good luck ya dengan penelitiannya..
ur welcome..