Hamparan sawah yang menyejukkan mata merupakan sebuah keindahan yang nyata dan memberikan kesyukuran yang dalam, berada di hamparan sawah bagaikan berada di Surga, seolah olah dulu surga pernah pecah dan kepingannya ada di pulau Buru. Foto ini diambil pada November 2011 menjelang sore didalam mobil dalam perjalanan menuju Namlea ibu kota Kabupaten Buru tepatnya di kecamatan Waeapo. Daerah yang landai serta pengairan yang bagus yang airnya mengalir dari bukit bukit disekitar areal persawahan, menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar dan juga bagi penduduk luar pulau ini.

Aktifitas dan teknik bercocok tanam didaerah ini dimulai dan diperkenalkan oleh para tahanan politik masa lalu yang cerdas dan terdidik, salah satunya seorang penulis cukup dikenal dengan karya Sastra yang banyak mengkritik pemerintahan masa orde baru yaitu Pramudya Ananta Toer.
Sepertinya memang setiap peristiwa akan ada hikmahnya, Kadang kita tidak mendapatnya saat itu tetapi beberapa atau bahkan berpuluh tahun kemudian. Dan dimanapun kita berada sebaiknya menjadi manfaat bagi yang lain juga.. (Bersambung..)
Salam Traveller,
Erwin





Indah…..ngapain di Pulau Buru, Win? udah beres kuliahnya?
Lagi Travelling
ada kerjaan, Kuliahnya tinggal selangkah lagi
Di pulau Buru sebelah mana, ortuku dari Waimangit..
Di pulau Buru bagian utara, dekat ibu kota Kabupaten Namlea.
Adik2 saya banyak tinggal di Namlea. Saya sendiri dua kali pulang ke Waimangit..dan Airbuaya juga. Hehe.. Salam kenal
wah ternyata orang Asli pulau Buru rupanya, emangnya sekarang domisili dimana? Salam kenal..
Nyaman banget pastinya kalo sedja bobo siang di rumah kecil itu. Suasana sejuk. Bebas polusi
Namlea itu dimana, om?
Iyya Nyaman dek, bisalah Sedja minta diajak sama bapak dan ibunya ke Pulau buru jalan2 kalau sudah Gede,
Namlea ibukota Kabupaten Buru adek,